Sabtu
03 Oktober 2026 | 4 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bandara Kediri Ditutup Sementara, Agus Black Hoe: Pemda Sekitar Harus Duduk Bersama

pdip jatim 250623 bandara dhoho kediri

SURABAYA – Penutupan sementara operasional penerbangan komersial di Bandara Dhoho, Kediri, hingga Juli 2025 mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur.

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Agus Black Hoe, yang menilai bahwa keputusan ini mencerminkan lemahnya kesiapan infrastruktur pendukung dan belum maksimalnya strategi pengembangan kawasan penyangga bandara.

Menurut Agus, Bandara Dhoho memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kediri Raya, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa berbagai elemen pendukung belum benar-benar siap.

Salah satunya adalah minimnya jadwal penerbangan dan keterbatasan konektivitas dari dan menuju bandara.

“Jadwalnya terlalu minim. Infrastruktur sampai saat ini belum maksimal, misalnya jalan tol yang menghubungkan Nganjuk sampai Tulungagung,” ungkap Agus Black Hoe di Surabaya, Senin (24/6/2025).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim tersebut menambahkan bahwa aksesibilitas menjadi faktor utama yang menyebabkan masyarakat belum menjadikan Bandara Dhoho sebagai pilihan utama untuk mobilitas udara.

Jalan-jalan utama yang mengarah ke lokasi bandara dinilai belum representatif untuk menunjang mobilitas cepat, baik dari sisi waktu tempuh maupun kenyamanan perjalanan.

“Kurangnya akses ke bandara jadi masyarakat agak kesulitan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agus juga menyoroti lemahnya dukungan dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai daya dorong tumbuhnya mobilitas udara di wilayah Kediri Raya.

Dia menilai hingga saat ini masih minim destinasi wisata unggulan yang dapat menjadi magnet bagi pergerakan penumpang secara signifikan.

“Minimnya tempat wisata juga jadi faktor kenapa Bandara Dhoho belum bisa menarik banyak penumpang,” sebut dia.

Agus mendorong agar pemerintah daerah (Pemda) di sekitar kawasan penyangga Bandara Dhoho duduk bersama untuk merumuskan langkah strategis yang dapat memaksimalkan potensi daerah sebagai daya tarik utama.

Menurutnya, daerah tidak bisa hanya mengandalkan kehadiran bandara semata tanpa didukung dengan strategi promosi wisata, pembangunan infrastruktur konektivitas, dan penguatan sektor ekonomi lokal.

“Maka langkah pemerintah kabupaten/kota harus duduk bersama memaksimalkan potensi sebagai daya tarik,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Urai Kemacetan Ketapang-Gilimanuk, ASDP dan Pemkab Banyuwangi Geber Peningkatan Kapasitas Dermaga

BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar pertemuan ...
KRONIK

Sinergi Pemkab Banyuwangi dan AirNav Hadirkan Infrastruktur Dasar di Kampung Seling

BANYUWANGI – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk ...
KABAR CABANG

Tahlil Tujuh Hari Guruh, PDIP Kabupaten Kediri Tekankan Pentingnya Merawat Budaya

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari wafatnya Guruh Soekarnoputra sekaligus meneguhkan ...
LEGISLATIF

Pengaturan Jam Operasional Pasar Tanjung Jember, Widarto: Ini Sudah Bijaksana

JEMBER – Polemik penataan Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, untuk sementara menemukan jalan tengah. Pemerintah ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta RT/RW Data Warga yang Desilnya Tak Sesuai Kondisi Riil

SURABAYA – Keluhan warga terkait ketidaksesuaian data desil kesejahteraan kembali muncul dalam reses Anggota DPRD ...
KRONIK

Mahasiswa Ramai-Ramai Datangi DPRD Jember, Candra: Jangan Antipolitik

JEMBER – DPRD Jember didatangi sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sepanjang pekan ini. ...