Kamis
08 Oktober 2026 | 11 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Erma Susanti Ingatkan Generasi Muda tentang Tiga Ajaran Bung Karno

pdip jatim 250616 kbk 1

BLITAR – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Blitar bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Kelas Bung Karno Nasionalis Cendikia kembali menggelar Kelas Bung Karno (KBK). KBK ini sebagai forum terbuka bagi pelajar SMA/SMK di wilayah Blitar Raya untuk mendalami biografi serta pemikiran-pemikiran nasionalis Sang Proklamator, Ir. Soekarno.

Kegiatan itu berlangsung di Ruang AVI Gesuri UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, pada Minggu (15/6/2025).

Dengan menggandeng anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, agenda ini mengusung semangat penguatan literasi sejarah di kalangan generasi muda.

KBK sendiri secara khusus menyasar siswa-siswi berusia di atas 17 tahun dan membatasi jumlah peserta maksimal 70 orang untuk menjaga kualitas diskusi dan interaksi.

Sebagai pembicara utama, Erma Susanti mengingatkan bagi para generasi muda agar tidak melupakan sejarah Bung Karno, utamanya tentang tiga ajarannya, yakni Pancasila, Trisakti dan Berpihak kepada wong cilik.

“Anak-anak muda tidak boleh lupa pada sejarah penting bangsa Indonesia. Di bulan Juni, kita memperingati hari lahir Bung Karno pada 6 Juni 1901, dan pada tanggal 1 di bulan yang sama di tahun 1945, beliau untuk pertama kalinya menyampaikan gagasan Pancasila dalam pidatonya di hadapan BPUPKI,” ujar Erma dalam sambutannya.

Menurutnya, Pancasila bukan sekadar lima sila, tetapi hasil perenungan mendalam Bung Karno atas realitas hidup rakyat Indonesia. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar dan penuntun bangsa ini menuju masa depan.

Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami bahwa Pancasila bukan warisan dokumen, melainkan warisan perjuangan.

Erma juga menyoroti tantangan terbesar generasi Z dan Alpha saat ini, yakni rendahnya literasi sejarah akibat dominasi media sosial sebagai sumber utama informasi.

“Kini, 90 persen kehidupan anak-anak muda dipengaruhi oleh media sosial. Sayangnya, sejarah yang mereka akses cenderung dangkal dan sering kali tidak akurat,” tegas Wakil Ketua DPD PDIP Jatim itu.

Selain menyuguhkan materi sejarah dan biografi Bung Karno, pada KBK ini peserta juga akan dibekali kemampuan mengenal diri, menyelesaikan persoalan pribadi, serta memperkuat semangat berdikari.

“Pemuda harus menjadikan semangat Soekarno muda sebagai inspirasi untuk berkarya. Cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan pengorbanan tidak boleh padam di dada generasi sekarang,” ujar Erma menutup paparannya.

Untuk diketahui, peserta yang mengikuti KBK ini mendapatkan sejumlah fasilitas. Antara lain sertifikat, materi dari narasumber berpengalaman, kesempatan membangun jejaring antar sekolah, serta bekal pengetahuan kebangsaan yang bermanfaat untuk masa depan. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...
KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...