Selasa
16 Juni 2026 | 4 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Kembangkan Beras Biofortifikasi, Bupati Ipuk Harap Kualitas Gizi Masyarakat Meningkat

PDIP-Jatim-Beras-Bernutrisi-Banyuwangi-05062025

BANYUWANGI – Banyuangi membuat terobosan dengan mengembangkan beras biofortifikasi (beras bernutrisi). Yaitu, padi yang dibudidayakan dengan cara meningkatkan kandungan gizinya.

Beras ini mengandung berbagai macam vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti Vitamin A, B1, B3, B12, B9 (asam folat), zat besi, dan zinc, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa terobosan tersebut selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo.

“Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan beras bernutrisi juga memperkuat pembangunan SDM,” ujar Ipuk di Banyuangi, Rabu (4/6/2025).

Ia berharap, kualitas gizi masyarakat semakin meningkat. “Selain itu, juga bisa menekan bahkan mencegah stunting,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Beras biofortifikasi diproduksi melalui modifikasi genetik tanaman padi untuk meningkatkan kandungan gizi. Pengembangan beras ini dilakukan pemkab bersama produsen pertanian ramah lingkungan yang berbasis di Banyuwangi, Pandawa Agri Indonesia, Danone Indonesia dan Bulog Banyuwangi.

CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa Putra, menjelaskan saat ini pengembangan beras biofortifikasi dilakukan di lahan seluas 60 hektare dengan melibatkan puluhan petani. Lahan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Blimbingsari, Licin, Glagah, Singojuruh dan Sempu.

“Tahun 2026 akan kami perluas hingga 500 hektare dengan melibatkan 100-an petani,” ujar Kukuh.

Dalam pelaksanaannya, pendampingan dari hulu ke hilir kepada para petani, mulai penyiapan benih, pengolahan lahan, proses budidaya, hingga perlakuan pasca panen. Dengan pendampingan tersebut, produktivitas tanaman padi bisa ditingkatkan hingga 15 per sen.

Kukuh menambahkan, dalam proses budidaya padi biofortifikasi tersebut, pihaknya konsisten menerapkan pertanian ramah lingkungan. Misalnya, melakukan pemupukan berimbang dan rasional, menggunakan decomposer jerami untuk meningkatkan bahan organik tanah, serta menerapkan sistem pengairan basah kering untuk menekan emisi gas rumah kaca.

“Selain hemat biaya, teknik pertanian ini juga lebih ramah lingkungan,” tambah Kukuh. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Yudi Meira Gerakkan Kader PDIP Kota Blitar Tanam Pangan Produktif di Pekarangan Rumah

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Yudi Meira memastikan segera menggerakkan kader memanfaatkan lahan pekarangan ...
KRONIK

Patung Bung Karno Membaca Buku Jadi Ikon Baru Istana Gebang, Ini Pesan Megawati

Patung Bung Karno yang sedang membaca buku menjadi salah satu ikon baru hasil renovasi Istana Gebang di Blitar. ...
LEGISLATIF

Wahyu Prayudi Soroti Keterlambatan Gaji ke-13 Pekerja Puskesmas di Jember

Anggota Komisi D DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho mendesak Pemkab Jember segera menuntaskan pembayaran gaji ke-13 ...
LEGISLATIF

Hendrad Subiyakto Serap Aspirasi Warga Kawedanan, Nguntoronadi dan Takeran

MAGETAN – Jeda masa persidangan (reses) ke IV DPRD Magetan tahun 2026 dimanfaatkan anggota Fraksi PDI Perjuangan, ...
KABAR CABANG

Megawati Bagikan Bibit Sukun dan Alpukat, Dorong Gerakan Ketahanan Pangan dari Daerah

BLITAR – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerahkan bibit pohon pule, sukun, dan alpukat kepada ...
KRONIK

Renovasi Istana Gebang Selesai, Apa Yang Baru?

KOTA BLITAR – Renovasi Istana Gebang, rumah masa kecil dan remaja Bung Karno di Jalan Sultan Agung, Kota Blitar ...