Selasa
03 November 2026 | 2 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bambang Sutriyono Dukung Kebijakan Pemkab Bojonegoro Menanggung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Warga

Picsart_23-06-15_19-01-46-081_copy_960x540_copy_692x444
Bambang Sutriyono menjalani masa reses dengan menyerap aspirasi warga di Kecamatan Baureno, Rabu (14/6/2023). Foto dok. pdiperjuangan-jatim.com

BOJONEGORO – Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Bambang Sutriyono mengapresisai kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan Warga.

Hal itu disampaikan Bambang yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/5/2025).

Menurut Bambang Sutriyono, kebijakan ini menjadi langkah maju dari jaminan sosial yang telah ada, yakni layanan kesehatan UHC (Universal Health Coverage).

“Cukup hanya dengan menunjukkan KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan,” katanya.

Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan, mengcover jaminan sosial warga saat mengalami nahas saat bekerja. Adapun warga yang ditanggung adalah pekerja rentan atau selain yang iurannya sudah ditanggung oleh perusahaan.

“Seperti petani digigit ular saat bekerja di sawah, tentu akan menggunakan BPJS ketenagakerjaan, bukan BPJS kesehatan,” kata Bambang mencontohkan.

Untuk pembiayaan iuran tersebut,  Bambang Sutriyono menyatakan keuangan daerah bisa mencukupi.

“Dari 1,3 juta jiwa penduduk Bojonegoro, jika dikurangi masyarakat penerima BPJS dari perusahaan, bayi dan warga yang tidak bisa menerima BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

“Maka bisa dipastikan anggaran APBD Bojonegoro akan sangat mampu memenuhi kebutuhan untuk BPJS Ketenagakerjaan,” imbuh Bambang.

Hingga saat ini, mengutip suarabojonegoro.com, Pemkab Bojonegoro telah mendaftarkan 157.058 Kepala Keluarga yang masuk dalam Data Damisda (Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah), data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) dan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sebagai anggota Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Langkah tersebut guna memberikan perlindungan kepada warga Bojonegoro yang berprofesi sebagai pekerja non formal. (dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...