
KOTA PROBOLINGGO – Penyelenggaraan pendidikan di Kota Probolinggo belum betul-betul berpihak kepada warga tidak mampu. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Santi Wilujeng, Jumat (2/5/2025).
“Saat ini, bantuan pendidikan hanya diberikan kepada yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Data Terpadu Sosial Ekonomi (DTSEN).”
“Padahal, data tersebut tidak selalu valid. Masih banyak siswa yang seharusnya mendapat bantuan tetapi belum menerimanya,” ungkap Santi memberikan catatan kritisnya pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini.
Memperkuat argumentasinya, kegislator asal PDI Perjuangan ini merujuk data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Disebutkan jumlah penduduk Kota Probolinggo mencapai 243,75 ribu jiwa pada 2024.
Namun, hanya 9,12% penduduk yang sudah mengeyam pendidikan tinggi pada Desember 2024. Selanjutnya, proporsi penduduk dengan tamatan SMA sebesar 27,1%.
Berbagai penelitian menyebutkan, persentase ideal tamatan SMA dan sederajat dalam satu kota setidaknya adalah 30 – 35 persen.
Jumlah tamatan sekolah baik tingkat atas maupun pendidikan tinggi berkolerasi dengan tingkat perekonomian. Jumlah penduduk miskin di Kota Probolinggo pada pertengahan 2024 mencapai 6,18 persen atau setara 15 ribu lebih jiwa.
Karena itu, Santi memberikan catatan penting bagi dinas terkait soal ini.

“Agar lebih fokus membantu siswa-siswa dari keluarga kurang mampu,” tandas Santi.
Ia juga mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.
“Fasilitas pendidikan harus memadai, akses menuju sekolah diperbaiki, dan infrastruktur pendukung diperhatikan. Pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, perlu dukungan dari berbagai sektor,” pungkasnya.
Tak sekadar memberikan catatan kritis, Santi juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota dalam menyiapkan sekolah rakyat.
Program berkolaborasi dengan Dinas Sosial ini ditujukan bagi anak-anak putus sekolah atau yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. (drw/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









