Rabu
12 Agustus 2026 | 2 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Santi Wilujeng Ingatkan Pemkot Pentingnya Validitas Data Siswa dari Keluarga Miskin

IMG-20241207-WA0028_copy_758x495
Santi Wilujeng menggelar pertemuan dengan konstituennya di Kelurahan dan Kecamatan Kedopok, Sabtu (7/12/2024).

KOTA PROBOLINGGO – Penyelenggaraan pendidikan di Kota Probolinggo belum betul-betul berpihak kepada warga tidak mampu. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Santi Wilujeng, Jumat (2/5/2025).

“Saat ini, bantuan pendidikan hanya diberikan kepada yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Data Terpadu Sosial Ekonomi (DTSEN).”

“Padahal, data tersebut tidak selalu valid. Masih banyak siswa yang seharusnya mendapat bantuan tetapi belum menerimanya,” ungkap Santi memberikan catatan kritisnya pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini.

Memperkuat argumentasinya, kegislator asal PDI Perjuangan ini merujuk data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Disebutkan jumlah penduduk Kota Probolinggo mencapai 243,75 ribu jiwa pada 2024.

Namun, hanya 9,12% penduduk yang sudah mengeyam pendidikan tinggi pada Desember 2024. Selanjutnya, proporsi penduduk dengan tamatan SMA sebesar 27,1%.

Berbagai penelitian menyebutkan, persentase ideal tamatan SMA dan sederajat dalam satu kota setidaknya adalah 30 – 35 persen.

Jumlah tamatan sekolah baik tingkat atas maupun pendidikan tinggi berkolerasi dengan tingkat perekonomian. Jumlah penduduk miskin di Kota Probolinggo pada pertengahan 2024 mencapai 6,18 persen atau setara 15 ribu lebih jiwa.

Karena itu, Santi memberikan catatan penting bagi dinas terkait soal ini.

“Agar lebih fokus membantu siswa-siswa dari keluarga kurang mampu,” tandas Santi.

Ia juga mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.

“Fasilitas pendidikan harus memadai, akses menuju sekolah diperbaiki, dan infrastruktur pendukung diperhatikan. Pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, perlu dukungan dari berbagai sektor,” pungkasnya.

Tak sekadar memberikan catatan kritis, Santi juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota dalam menyiapkan sekolah rakyat.

Program berkolaborasi dengan Dinas Sosial ini ditujukan bagi anak-anak putus sekolah atau yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.  (drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...