Kamis
09 Juli 2026 | 10 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Apresiasi Penanaman Pohon Massal di Area Tambang Pasir, Bupati Rijanto: Ini Soal Masa Depan Lingkungan

pdip-jatim-250430-aksi-tanam-pohon-blitar-1

BLITAR – Bupati Blitar, Rijanto, mengapresiasi aksi penanaman pohon massal di sekitar area tambang pasir Kali Bladak, lereng Gunung Kelud, Rabu (30/4/2025).

Aksi peduli lingkungan yang diinisiasi Polres Blitar Kota itu diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blitar.

Bupati Rijanto menilai langkah ini penting sebagai bentuk pengendalian terhadap aktivitas pertambangan yang masif.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten tersebut mengatakan, kawasan Kali Bladak merupakan jalur lahar Gunung Kelud yang cukup rentan.

“Karena itu, aktivitas pengambilan pasir harus diatur dengan bijak agar tidak merusak ekosistem,” ujar Rijanto di sela kegiatan tersebut.

Dia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pelaku usaha tambang yang kerap mengabaikan aspek lingkungan. Menurutnya, jika tidak dikelola secara bertanggung jawab, kawasan tersebut berpotensi menjadi sumber bencana.

“Kita semua harus menjaga kelestarian alam. Kalau tidak dikendalikan, pertambangan liar bisa menyebabkan kerusakan serius. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi soal masa depan lingkungan,” tuturnya.

Dalam aksi peduli lingkungan itu, sebanyak 500 bibit pohon ditanam. Kegiatan ini sebagai langkah nyata untuk menghijaukan kembali kawasan yang sebelumnya digunakan sebagai jalur distribusi material tambang.

Aksi ini menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana, khususnya untuk mencegah risiko tanah longsor yang kerap mengancam kawasan bantaran aliran lahar.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, mengatakan bahwa penghijauan ini bukan hanya bentuk kepedulian terhadap lingkungan, melainkan juga upaya menjaga keselamatan masyarakat sekitar.

“Kami bersama TNI dan pemerintah daerah hadir di sini sebagai bukti komitmen bersama menjaga alam. Salah satu tujuan utama penanaman ini adalah mengurangi potensi bencana di kawasan rawan longsor,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas pertambangan ilegal di area ini telah dihentikan secara total. Penutupan tambang ilegal tersebut, menurutnya, merupakan bentuk ketegasan Polri dalam menegakkan hukum sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

“Saat ini, hanya penambangan rakyat secara manual yang diperbolehkan, itu pun harus dalam koridor yang legal dan berizin,” tambahnya.

Dia mengimbau seluruh pihak, termasuk para penambang dan pemilik usaha tambang, agar ikut serta dalam pelestarian lingkungan.

Dia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan kewajiban pasca penambangan, termasuk perbaikan jalan, reklamasi lahan bekas tambang, dan edukasi masyarakat sekitar. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Festival Musik Bulan Bung Karno Jadi Panggung Gen Z Kediri Berkarya dan Berbagi

DPC PDI Perjuangan Kota Kediri menggelar Festival Musik Bulan Bung Karno sebagai ruang kreativitas bagi Gen Z. ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Dorong Insentif Pajak untuk Pariwisata dan UMKM Antisipasi Ketidakpastian Fiskal 2027

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mendorong Pemkab Jember menyiapkan insentif pajak dan retribusi bagi ...
KRONIK

Merawat dan Membumikan Pemikiran Bung Karno sebagai Inspirasi Kepemimpinan Kawula Muda

BANYUWANGI – Pemikiran-pemikiran besar yang mampu menembus peradaban dunia telah diwariskan Presiden pertama RI, ...
EKSEKUTIF

Pemkab Gresik Ringankan Beban 1.177 Petani Gagal Panen 

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat merespons dampak kekeringan yang mengakibatkan gagal panen ...
EKSEKUTIF

Hari Jadi ke-668 Momentum Wujudkan Ngawi Tumbuh, Berdaya, dan Berbudaya

NGAWI – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh ...
KRONIK

Tekad Menang 24 Pecatur Magetan di Tengah Minimnya Anggaran

MAGETAN – Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Magetan, Rita Haryati, resmi melepas ...