Kamis
08 Oktober 2026 | 2 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Hardini Minta BSN Kuatkan Peran dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat pada Wisata Medis

pdip-jatim-250319-NH-raker-ekraf-1

JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, mendesak Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengambil peran lebih besar di sektor UMKM hingga industri besar, seperti industri kesehatan rumah sakit.

Sesakan ini disampaikan Novita saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama BSN di Gedung Nusantara I, Senayan, Senin (28/4/2025).

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Dari hantaman pandemi Covid-19 hingga tekanan perang dagang global, UMKM selalu menjadi penyelamat. Tapi kalau proses sertifikasi tetap rumit, mahal, dan tidak berpihak, bagaimana kita bisa mempertahankan kekuatan UMKM sebagai penopang ekonomi bangsa?” kata Novita, dalam keterangannya, Selasa (29//4/2025).

Dia mendorong BSN untuk menyederhanakan prosedur sertifikasi, memperjelas klasifikasi standar nasional (SNI) mana yang wajib dan mana yang tidak untuk UMKM, serta menekan biaya sertifikasi agar lebih terjangkau untuk masyarakat.

“Jangan menunggu UMKM yang datang. Jemput bola! Permudah proses sertifikasi, sederhanakan mekanismenya, supaya target pertumbuhan ekonomi 8% dari sektor UMKM bisa benar-benar tercapai,” tegas legislator perempuan satu-satunya dari Dapil VII Jawa Timur itu.

Tidak hanya di sektor UMKM, Novita juga menyoroti pentingnya peran BSN dalam sektor kesehatan nasional. Dia menekankan bahwa keberadaan standar nasional berkontribusi langsung terhadap keamanan, keselamatan, dan kualitas layanan kesehatan.

“Di dunia kesehatan, BSN mesti berperan penting, meskipun tidak langsung melalui lembaga akreditasi rumah sakit. Tapi fungsi standarisasi ini sangat vital untuk memastikan layanan kesehatan memenuhi kaidah keselamatan dan kualitas yang telah ditentukan,” kata Novita.

Ia pun menegaskan jika BSN harus aktif memperluas pengawasan dan penguatan standar. Tidak hanya pada bidang Industri tetapi juga pada bidang layanan kesehatan, agar destinasi wisata kesehatan seperti di luar negeri juga bisa dilakukan Indonesia.

“Kalau BSN punya peran di situ semua, mestinya lebih proaktif mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan standar keselamatan publik benar-benar ditegakkan, tidak hanya di sektor industri, tetapi juga kesehatan masyarakat,” tutupnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Peringatan HUT Ke-81 TNI di Lumajang, Agus Wicaksono Sampaikan TNI Kuat Bersama Rakyat

LUMAJANG – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara ...
LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...