Minggu
26 April 2026 | 3 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Petani Blitar Kesulitan Jual Gabah saat Musim Panen, Andri Minta Bulog Transparan

pdip-jatim-250410-syukuran-panen-raya

BLITAR – Kelompok tani di wilayah Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, menggelar acara halal bihalal dan tasyakuran panen raya di Desa Bendosewu pada Rabu (9/4/2025).

Acara sebagai wujud syukur dan upaya mempererat tali silaturahmi antar petani itu dihadiri Andri Mizan Asrori, Sekretaris PAC PDI Perjuangan sekaligus Ketua Gapoktan Kecamatan Talun.

Hadir pula, koordinator BPP, seluruh PPL, Babinsa, Babinkamtibmas, Kepala Desa Bendosewu beserta perangkat desa, anggota BPD, serta para anggota kelompok tani Dusun Bendorejo.

Dalam sambutannya, Andri menyampaikan keprihatinannya atas permasalahan yang tengah dihadapi para petani terkait dengan penyerapan hasil panen oleh Bulog.

Dia menuturkan bahwa meskipun panen raya tengah berlangsung, petani kesulitan menjual gabah ke Bulog.

“Para petani sudah bekerja keras memanen, tapi ketika waktunya menjual, justru terbentur dengan sistem yang tidak responsif,” ujar Andri pada tim media ini, Kamis (10/4/2025).

Berdasarkan informasi dari sejumlah petani dan hasil koordinasi dengan Babinsa, diketahui bahwa kuota penyerapan Bulog telah mencapai batas maksimal.

“Kuota Bulog sudah overload, 70 ton per hari untuk satu kabupaten. Tapi yang terjadi, kuota itu bisa jadi hanya terserap dari satu kecamatan saja, ini tidak adil,” tambahnya.

Dia juga menyoroti kurangnya transparansi dalam pembagian kuota antar wilayah.

“Kita tidak tahu bagaimana pembagiannya, tidak ada data resmi yang bisa dijadikan acuan. Ini membuat petani semakin bingung dan tidak memiliki kepastian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andri menilai bahwa lemahnya komunikasi antara petani dan pihak Bulog turut memperparah situasi.

“Telepon tidak diangkat, pesan WhatsApp tidak dibalas. Bagaimana bisa terjalin koordinasi jika akses komunikasi saja tersendat?” ungkap Andri.

Dia menegaskan komitmennya sebagai kader PDI Perjuangan untuk mengawal aspirasi petani dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyerapan gabah. Dia juga berencana mengajak media massa untuk turut mengawal isu ini.

“Kami akan mendorong evaluasi terbuka. Media harus dilibatkan agar publik tahu kondisi riil di lapangan. Jangan sampai petani selalu jadi pihak yang dirugikan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Andri berharap agar Bulog dapat lebih terbuka dan bersinergi dengan petani.

“Ini baru awal masa panen. Kalau dari awal sudah sulit, bagaimana nanti kelanjutannya? Jangan sampai petani kehilangan semangat karena merasa tidak didukung,” pungkasnya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pulihkan Ekosistem Danau Ranu Grati, Zaini Bersama Relawan RDEE Pasuruan Tuang 2.500 Liter Eco Enzyme

KABUPATEN PASURUAN – Upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Pasuruan terus digalakkan secara swadaya. Komunitas ...
HEADLINE

PDIP Sumenep Tuntas Musancab, Said Abdullah: Partai Bertanggung Jawab pada Reorganisasi

SUMENEP — Sebanyak 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang ...
KRONIK

Musancab PDIP Sumenep Dibuka Tari Kembang Paseser, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya

SUMENEP – Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep dibuka dengan penampilan Tari ...
KRONIK

Dari Nongkrong ke Politik, Cerita Anak Muda yang Pelan-Pelan Mengubah Wajah PDIP di Malang

DI sebuah ruang yang dulu identik dengan rapat serius dan wajah-wajah senior, kini mulai terdengar obrolan yang ...
KABAR CABANG

Andalkan Kader Muda di Struktur PAC, PDIP Kota Malang Target Kembalikan 12 Kursi DPRD di 2029

PDIP Kota Malang targetkan kembali 12 kursi DPRD 2029 dengan strategi agresif dan kekuatan kader muda. MALANG — ...
UMKM

Mbak Puti dan BRIN Fasilitasi Bimtek Digital Marketing UMKM Sidoarjo

SIDOARJO — Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di era digital terus ...