Selasa
21 Juli 2026 | 5 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wong 6 Wakili Jatim di Banteng Music Festival Tingkat Nasional

pdip-jatim-salah-satu-peserta-BMF-Jatim
pdip-jatim-salah-satu-peserta-BMF-Jatim
Penampilan salah satu peserta BMF di Grand City

SURABAYA – Grup band “Wong 6” dari Surabaya terpilih sebagai utusan Jawa Timur di ajang Banteng Music Festival (BMF) 2016 tingkat nasional. Final ajang berekspresi bagi anak-anak muda di bidang seni musik itu rencananya digelar di Jakarta awal Juni depan.

Selain Surabaya, grup band asal Situbondo menduduki juara 2, disusul grup band asal Lamongan di posisi ketiga. Sedang grup asal Ponorogo dan Sidoarjo masing-masing di urutan ke-4 dan ke-5.

“Final BMF dijadwalkan digelar 1 Juni 2016 di kantor DPP PDI Perjuangan Lenteng Agung,” ungkap koordinator acara BMF Jawa Timur, Marhaen Djumadi, Senin (23/5/2016).

Menurut Marhaen, BMF yang digelar di Grand City, Minggu (22/5/2016) kemarin, diikuti 24 grup band dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Acara ini termasuk rangkaian memperingati HUT ke-43 PDI Perjuangan.

Festival seni musik ini, jelas dia, merupakan yang pertama kalinya diadakan PDI Perjuangan mulai tingkat kabupaten/kota, hingga tingkat nasional.

“Festival ini sebagai wujud nyata kepedulian PDIP terhadap anak muda yang senang beraktivitas dan berekspresi di bidang seni musik, sekaligus untuk membangun semangat nasionalisme anak muda,” papar pria yang juga Wakil Ketua Bidang Komunitas Seni Budaya DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Melalui BMF, pihaknya berharap rasa cinta tanah air dan punya jiwa nasionalisme bisa terbentuk di kalangan generasi muda. Karena lagu wajib yang difestivalkan bertema nasionalisme, dan tentunya meningkatkan jiwa seni dan kreativitas di kalangan anak muda.

Lagu wajib yang disiapkan ada empat pilihan, yakni Bung Karno Bapak Bangsa, Gemah Ripah Loh Jinawi, Vivere Pericoloso atau Point of No Return. Sedangkan untuk lagu pilihan boleh berbahasa Indonesia ataupun daerah yang intinya untuk menanamkan nasionalisme bernuansa kerakyatan, kebudayaan dan jiwa patriotisme.

Sehingga tiap peserta BMF membawakan dua lagu, satu wajib dan satu pilihan. “Untuk musik atau genre itu kita bebaskan, terserah mereka,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp154,7 Miliar, Minta Pemkot Madiun Benahi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan catatan strategis, ...
HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...