Senin
25 Mei 2026 | 10 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dorong Kemajuan UMKM: Sadarestuwati Desak Pemerintah Permudah Akses Pembiayaan

pdip-jatim-250221-sarasehan-anggota-banggar-1

JOMBANG – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati mendorong penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.

“UMKM dan sektor usaha ekonomi kreatif, harus mendapatkan dukungan yang memadai dari Pemerintah. Baik dalam bentuk akses permodalan, pengembangan kapasitas maupun bentuk kebijakan,” tuturnya saat sarasehan Banggar MPR RI tentang Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Jombang, Jumat (21/2/2025).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang tersebut menegaskan, permasalahan ujung pangkal dari UMKM harus diselesaikan secara serius oleh pemerintah.

Menurutnya, pemerintah pusat, daerah dan pihak swasta harus bersinergi untuk memperdayakan UMKM di Kabupaten Jombang. Utamanya dalam hal akses pendanaan dan pengembangan kapasitas.

Pasalnya, akses pendanaan dan pengembangan kapasitas hingga saat ini dinilai masih menjadi kendala kebanyakan pelaku UMKM.

Minimnya pengawalan dan keterlibatan pemerintah dalam memberikan perhatian serta pendidikan kepada pelaku UMKM, menjadikan sektor penggerak roda perekonomian daerah itu mengalami kemacetan.

“Maka, kami akan pastikan UMKM akan mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah agar tidak kalah bersaing dengan negara-negara lain seperti China,” tegas dia.

Secara potensi, Mbak Estu mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang sama banyaknya dengan China.

Hanya saja, kesadaran dan kemauan dari pemerintah daerah maupun pusat untuk memberikan support kepada para pelaku sektor ekonomi kreatif serta UMKM yang perlu ditingkatkan.

“Dulu saya ingat, ada mekanik-mekanik UMKM apa itu namanya. Yang buat seperti mesin penggilingan dan onderdil sepeda motor di Sidoarjo. Bukan malah diberi ruang atau disupport, tapi malah dimatikan. Karena mereka dianggap melanggar undang-undang atau peraturan yang ada,” imbuhnya.

Selama permasalahan ini tidak ditangani dengan baik, kata Mbak Estu, maka UMKM tidak bisa berkembang seperti halnya di negara lain.

“Seperti halnya di China, semua boleh meniru. Jadi ketika ada investor masuk, itu ada perjanjiannya. Kenapa kita tidak bisa melakukan itu untuk melindungi para pelaku UMKM,” tambahnya.

China memang terkenal dengan produk-produk yang memiliki nilai jual murah, namun bisa bersaing secara kualitas.

Menurut Mbak Estu hal itu lantaran semua barang dikerjakan pelaku UMKM atau home industri, bukan pabrik manufaktur besar. “Saya kira ini perlu dicontoh,” pungkasnya. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Genjot Produktivitas Petani, Rijanto Tekankan Pentingnya Peremajaan Lahan Tebu 

Bupati Blitar Rijanto menekankan pentingnya peremajaan lahan tebu melalui program bongkar ratoon untuk meningkatkan ...
HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Tebar 468 Ekor Sapi Kurban ke Pesantren dan Panti Asuhan

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 468 ekor sapi kurban ke berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion Ketonggo Ngawi Bersiap Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional

NGAWI – Stadion Ketonggo di Ngawi bersiap menyambut gelaran putaran 64 besar Liga 4 Nasional yang akan berlangsung ...
EKSEKUTIF

Tingkat Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Lukman Resmikan Kanal Pengaduan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih ...
KRONIK

Festival Perempuan Pesisir, Ruang Solidaritas dan Aspirasi Perempuan Kawasan Pantai

SUMENEP – Ratusan pengunjung memadati Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sumenep, menyaksikan Festival Perempuan ...
KRONIK

Hadapi Ancaman El Nino dan Degradasi Sosial, Wiwin Sumrambah Desak Penguatan Kemandirian Warga

JOMBANG – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi sosial ...