Sabtu
26 September 2026 | 3 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Belanja APBD Lamongan 2025 Capai Rp 3,27 T, Fraksi Minta Pemkab Serius Cegah Pelajar Putus Sekolah

IMG-20241202-WA0025_copy_956x652

LAMONGAN – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2025 resmi disepakati oleh eksekutif dan legislatif. Persetujuan ini menjadi tonggak penting bagi pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam postur APBD Tahun 2025, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 3,26 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp 3,27 triliun, menghasilkan defisit sebesar Rp 10 juta. Defisit ini sepenuhnya akan ditutup melalui pembiayaan netto, sehingga Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun 2025 ditetapkan pada angka nol.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Erna Sujarwati menyampaikan rasa syukur atas persetujuan Raperda tersebut. Menurutnya, ini adalah bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat untuk memastikan manfaat APBD dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di sektor-sektor utama seperti sosial, pendidikan, dan kesehatan.

“Rancangan APBD 2025 kami susun dengan fokus pada kebutuhan masyarakat. Terutama untuk memastikan penanganan data kemiskinan (DTKS) yang selama ini belum sesuai fakta lapangan. Kami harap pembaruan data ini bisa dilakukan oleh pihak independen, seperti universitas atau lembaga survei profesional, untuk menghasilkan data yang lebih akurat dan terpercaya,” ujar Erna.

Selain itu, Komisi D DPRD Lamongan menyoroti isu-isu strategis lainnya, seperti pengentasan anak putus sekolah (APS). Dalam tiga bulan terakhir, jumlah anak putus sekolah di Lamongan mengalami penurunan drastis, meskipun masih ada lebih dari 4.000 anak yang membutuhkan perhatian.

“Pemerintah harus lebih serius dalam memastikan tidak ada lagi anak putus sekolah di Kabupaten Lamongan. Upaya ini perlu menjadi prioritas utama, karena pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan,” tegasnya.

Melalui APBD 2025, pemerintah daerah juga akan meningkatkan alokasi anggaran pada sektor kesehatan dan pendidikan. Kebijakan ini diharapkan mampu menjawab tantangan mendasar yang dihadapi masyarakat selama lima tahun ke depan.

“Kami berharap besar, Pemerintah Kabupaten Lamongan bisa mengoptimalkan setiap rupiah anggaran APBD 2025 demi kepentingan rakyat,” ucap Erna Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan. (mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...