Selasa
11 Agustus 2026 | 3 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sehari Jelang Coblosan, Risma Dapat Pesan Ini dari Pengasuh Ponpes Sunan Drajat

pdip-jatim-241126-TR-ponpes-sunan-drajat-1

LAMONGAN – Calon Gubernur Jawa Timur Tri Rismaharini mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat di Dusun Banjaranyar, Desa Banjaranyar, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Selasa (26/11/2024).

Kunjungan tersebut bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi lebih sebagai momen untuk menimba ilmu atau “ngangsu kaweruh” dari seorang ulama sepuh yang dihormati, khususnya di Jawa Timur, Prof. Dr. KH Abdul Ghofur, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Sejak pertama kali memasuki kawasan pesantren yang penuh nuansa spiritual dan kedamaian tersebut, Tri Rismaharini langsung disambut dengan penuh hormat oleh KH. Abdul Ghofur.

Kedatangan mantan Mensos RI tersebut kali ini mencerminkan keseriusannya untuk terus menggali wawasan serta memperdalam nilai-nilai kepemimpinan yang berbasis pada kebijaksanaan dan tanggung jawab sosial.

Baca juga: Said Abdullah Yakin, Pilkada 2024 di Jatim Demokratis

KH. Abdul Ghofur, meskipun sudah lanjut usia, tetap memiliki semangat yang tinggi untuk berbagi ilmu dan kebijaksanaan kepada generasi muda.

Sebagai sosok yang telah berkiprah lama dalam pendidikan dan kehidupan masyarakat, dia tidak hanya memberikan bimbingan spiritual, tapi juga menekankan pentingnya sikap yang benar dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

Dalam silaturahmi itu, KH. Abdul Ghofur mengingatkan Risma tentang esensi sejati dari kepemimpinan, yang jauh lebih kompleks daripada sekadar meraih posisi kekuasaan.

Dia menekankan pentingnya kecerdasan dalam mengambil keputusan dan kesiapan untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk kesulitan yang mungkin datang dalam perjalanan.

“Sebagai wong tuwo, kulo mboten ngurusi politik tapi kulo bagian ndungakno mergo wis tuwo. Kulo wong tuwo-ne Indonesia (sebagai orang tua, saya tidak mengurusi politik tetapi untuk mendoakan karena orang tua. Saya orang tuanya Indonesia),” kata KH. Abdul Ghofur.

Pesan tersebut mengandung makna mendalam, yakni pentingnya keberkahan doa dari orang tua dalam perjalanan hidup seorang pemimpin. Selain itu, KH. Abdul Ghofur juga memberikan pesan bijak terkait karakter yang harus dimiliki seorang pemimpin.

“Pesen kulo, pemimpin iku kudu pinter mergawe dan siap melarat. (pesan saya, pemimpin itu harus cerdas dalam bekerja dan siap miskin). Nek gak, malah ngrepoti dan melipir wae (Kalau tidak, malah merepotkan dan lari dari tanggung jawab),” tuturnya.

“Sing penting pinter noto penggawean, ben rakyat gemah ripah loh jinawi. Kudu pinter noto Indonesia (Yang terpenting, pemimpin harus pandai mengatur pekerjaan pemerintahan agar rakyat sejahtera dan hidup makmur. Harus pandai menata Indonesia),” imbuh KH. Abdul Ghofur.

Dia menambahkan, bahwa pemimpin harus memiliki integritas tinggi dan mampu menuntun rakyatnya menuju kehidupan yang lebih baik.

Pemimpin yang hanya mencari keuntungan pribadi dan tidak memahami kondisi rakyat, menurutnya, tidak akan pernah berhasil membangun negara yang kuat dan sejahtera.

Kunjungan Tri Rismaharini ke Pondok Pesantren Sunan Drajat ini juga menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antara dunia politik dan dunia pesantren.

Sebagai seorang calon pemimpin, dia ingin membangun kepemimpinan yang tidak hanya berdasar pada politik praktis, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual yang dapat memperkaya kebijaksanaan dalam memimpin.

Usai bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Sunan Drajat, Risma berziarah ke Makam Sunan Drajat di Desa Drajat, Paciran. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...