Minggu
01 November 2026 | 7 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Perajin Suvenir Kayu Jati Curhat kepada Teguh Haryono, Berharap Bisa Ekspor

IMG-20241023-WA0120_copy_607x401

BOJONEGORO – Calon Bupati Bojonegoro Teguh Haryono bersilaturahmi dengan sejumlah perajinan suvenir berbahan kayu jati di Desa Batokan Kecamatan Kasiman, Rabu (23/10/2024).

Sejumlah keluhan disampaikan perajin kepada calon bupati nomor 1 itu.

Seorang perajin, Nuri menyampaikan, saat ini permintaan dari konsumen relatif menurun. Padahal, kata pemilik usaha bernama Nukida Jati itu, dirinya sudah memasarkan produknya baik dengan cara konvensional, terkadang online.

“Tidak seperti dulu (ramai). Kalau bisa kami dibantu untuk pemasaran dan kami ingin bisa ekspor sendiri,” ujar Nuri yang juga Ketua Asosiasi Tunas Jati Desa Batokan Kecamatan Kasiman.

Menggapai permintaan perajin kayu jati ini, Teguh Haryono berjanji memberikan bantuan permodalan dan juga pelatihan pemasaran melalui program-programnya kedepan.

“Saya akan bantu UMKM ini agar berkembang dan semakin besar dengan Program Bojonegoro Desa Bisa, yaitu memberi bantuan permodalan,” ujar Teguh Haryono yang berpasangan dengan Farida Hidayati.

“Kami juga akan memberikan pendampingan dan pelatihan agar dalam penasaran semakin mudah dan secara luas, yaitu dengan penguatan infrastruktur digital bagi pelaku UMKM ini dan juga UMKM yang lainnya, saat kita bisa manfaatkan e-commerce,” tambah Teguh Haryono.

Blusukan di Kecamatan Kasiman ini Teguh Haryono di dampingi oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kasiman.

Teguh juga menyambangi beberapa tokoh masyarakat Kecamatan Kasiman dan menyapa pedagang pasar Desa Batokan.

Sinergitas Pemenangan Pilbup dan Pilgub

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) yang di usung PDI Perjuangan  menggelar pertemuan dengan calon bupati Teguh Haryono dan tim di Sekretariat Bersama (Sekber) tim pemenangan Teguh – Farida di Jalan Panglima Polim Bojonegoro, Rabu (23/10/2024).

Kehadiran Gus Hans langsung diterima Teguh Haryono Calon Bupati Bojonegoro nomer urut satu, Tim Pemenangan dan Relawan Tegar (Teguh – Farida).

“Perjuangan kita tidak mudah, kita harus bersama – sama bekerja keras untuk mencapai kemenangan,” ujar Teguh Haryono.

Sementara itu Gus Hans menyampaikan pesan agar waktu yang singkat ini bisa kita manfaatkan dengan baik untuk meraih kemenangan.

“Alhamdulillah elektabilitas nomer 3 terus naik dari 5 % 13% hingga 34 %, Bu risma setiap hari minimal 9 titik dari pacitan dan banyuwangi harus di atur, kita sangat berterima kasih sudah di terima dan kita dapat bersinergi untuk kedepan bersama Teguh – Farida meraih kemenangan,” pungkasnya.

Selain  kunjungan ke Sekber Teguh – Farida untuk konsolidasi, Gus Hans juga silaturahmi dengan beberapa kiyai dan tokoh masyarakat di Tuban dan Bojonegoro.(dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...