Jumat
17 April 2026 | 2 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Desa Paberasan Launching ‘Beras Pote’, Mbak Nia Siap Bantu Promosikan

PDIP-Jatim-Nia-Kurnia-16102024

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mendukung langkah Pemerintah Desa (Pemdes) Paberasan, Kecamatan Kota, untuk mengelola produk lokal berupa hasil pertanian masyarakat setempat berupa ‘beras pote’ (beras putih).

Hal itu, ia sampaikan saat menghadiri launching ‘Beras Pote’ di Balai Desa Paberasan, Selasa (15/10/2024). ‘Beras pote’ merupakan program Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim.

Mbak Nia, panggilan akrab Nia Kurnia Fauzi, mengatakan bahwa pihaknya siap membantu mempromosikan program ‘beras pote’ milik Desa Paberasan.’Beras pote’ merupakan produk lokal yang bahan bakunya berasal dari petani padi di desa tersebut.

“Kita akan bantu, tentu ini harus kita dukung karena bersifat pemberdayaan. Nanti saya sebarkan informasi tentang ‘beras pote’ secara luas, tidak hanya antardesa atau kecamatan, namun bisa antarkabupaten,” ujarnya.

Mbak Nia menegaskan, dirinya juga memastikan akan menggunakan beras produk lokal tersebut untuk kebutuhan rumah tangga karena memiliki kualitas yang tidak kalah dengan beras lain di pasaran.

“Saya akan menggunakan beras ini di rumah. Saya tadi juga merasakan nasi dari ‘beras pote’, enak kok. Makanya saya akan pakai beras ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, istri Cabup Achmad Fauzi Wongsojudo itu mengingatkan, pengelolaan produk unggulan ini harus dilakukan secara profesional, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak masyarakat.

“Yang penting ke depan harus dikelola secara baik. Produk ini berasnya kan dari hasil produksi petani Desa Paberasan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Paberasan, Rahman Saleh, menjelaskan, seluruh bahan baku “beras pote” berasal dari hasil produksi petani di Desa Paberasan. Terobosan ini sebagai upaya untuk pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Beras ini berasal dari gabah petani di Desa Paberasan, dengan lahan pertanian yang luas dan padi menjadi produk unggulan, makanya kita melalui BUMDes memproduksi sendiri beras kemasan ini,” ungkapnya.

Saleh menjelaskan, secara keseluruhan lahan pertanian padi di Desa Paberasan lebih dari 170 hektar. Sejak dulu, Desa Paberasan dikenal sebagai daerah penghasil padi, sehingga peluncuran beras kemasan sejalan dengan produk unggulan desa.

“Sejarahnya Desa Paberasan ini pemasok beras untuk kebutuhan Keraton Sumenep, karena padi di sini tumbuh subur dan itu sudah sejak lama,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...
HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...