Selasa
25 Agustus 2026 | 7 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Blusukan ke Pelosok Malang Barat, Sanusi Sapa Petani Milenial

pdip-jatim-241009-kampanye-ngantang-1

MALANG – Calon Bupati Malang yang diusung PDI Perjuangan, Sanusi mengunjungi Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang. Di wilayah barat yang dekat dengan perbatasan Kabupaten Kediri tersebut, cabup petahana itu menemui petani milenial di kawasan Agro Jeruk.

Kedatangan politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Abah Sanusi itu disambut ratusan petani jeruk yang rata-rata masih berusia muda.

Abah Sanusi juga menyuntikkan semangat kepada mereka agar terus produktif dalam mengelola kekayaan alam dan pertanian di sekitarnya.

Menurutnya, tantangan dalam pengembangan pertanian yang harus dihadapi nanti adalah dengan penggunaan teknologi. Dia yakin selain dampak kuantitas dan kualitas, situasi itu akan membuka potensi pekerjaan baru lebih banyak lagi.

Cabup Sanusi berkomitmen melanjutkan program pendampingan bagi petani milenial di Kabupaten Malang. “PR selanjutnya nanti agar produk pertanian kita bisa semakin banyak lagi yang bisa menembus pasar internasional,” ungkap Sanusi, Rabu (9/10/2024).

Sejauh ini, kata Sanusi, sudah banyak petani milenial di Kabupaten Malang yang sukses menembus pasar ekspor. Seperti produk garam di Malang Selatan yang diekspor ke Jepang, Korea hingga Belanda.

“Ke depan, jika saya kembali terpilih, beragam potensi kita ini harus dioptimalkan lagi. Terutama bagi para petani milenial, generasi penerus kita ini,” tandasnya.

Cabup yang berpasangan dengan Cawabup Lathifah itu juga berkunjung ke sentra pertanian bawang merah, di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang. Ia berkunjung ke lokasi program binaannya Development of Integrated Farming System (UPLAND).

Program yang dirintisnya bersama petani itu mencanangkan pertanian terpadu mandiri. Mulai on-farm atau hulu seperti pembibitan sampai hasil panen hingga off-farm atau hilir.

Total ada dua desa di sana yang menjadi pilot project bawang merah seperti di Desa Purworejo dan Desa Banjarejo.

Hasilnya, setiap masa panen raya, mereka mampu menghasilkan bawang merah sekitar 1.000 ton per 100 hektare (Ha), dari luas lahan yang tersedia di dua desa itu sekitar 2.525 hektare selama tiga bulan sekali.

“Saya bangga sekali dengan kemajuan ini. Nanti saya harap semua bisa mulai melek IT, agar saat panen raya nanti tidak lagi perlu perang harga dengan bawang merah dari Thailand,” ucapnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Kalah 1-3, Banteng Jatim Ucapkan Selamat kepada Banteng Papua Raya, Evaluasi Teamwork

SURABAYA – Tim Banteng Jatim menutup perjalanan di Soekarno Cup 2026 dengan mengakui keunggulan Banteng Papua Raya. ...
OLAHRAGA

Debut Manis di Soekarno Cup 2026, Papua Raya Rebut Podium Ketiga Usai Tekuk Banteng Jatim 3-1

Banteng Papua Raya mengakhiri debut di Soekarno Cup 2026 dengan meraih posisi ketiga setelah menaklukkan Banteng ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Kejar Manajemen Talenta ASN, 121 Pejabat Baru Bisa Kembali Dimutasi 6 Bulan Lagi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengejar manajemen talenta ASN. Sebanyak 121 pejabat yang baru dilantik ...
KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...
KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...