Minggu
26 April 2026 | 8 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Blusukan ke Pelosok Malang Barat, Sanusi Sapa Petani Milenial

pdip-jatim-241009-kampanye-ngantang-1

MALANG – Calon Bupati Malang yang diusung PDI Perjuangan, Sanusi mengunjungi Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang. Di wilayah barat yang dekat dengan perbatasan Kabupaten Kediri tersebut, cabup petahana itu menemui petani milenial di kawasan Agro Jeruk.

Kedatangan politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Abah Sanusi itu disambut ratusan petani jeruk yang rata-rata masih berusia muda.

Abah Sanusi juga menyuntikkan semangat kepada mereka agar terus produktif dalam mengelola kekayaan alam dan pertanian di sekitarnya.

Menurutnya, tantangan dalam pengembangan pertanian yang harus dihadapi nanti adalah dengan penggunaan teknologi. Dia yakin selain dampak kuantitas dan kualitas, situasi itu akan membuka potensi pekerjaan baru lebih banyak lagi.

Cabup Sanusi berkomitmen melanjutkan program pendampingan bagi petani milenial di Kabupaten Malang. “PR selanjutnya nanti agar produk pertanian kita bisa semakin banyak lagi yang bisa menembus pasar internasional,” ungkap Sanusi, Rabu (9/10/2024).

Sejauh ini, kata Sanusi, sudah banyak petani milenial di Kabupaten Malang yang sukses menembus pasar ekspor. Seperti produk garam di Malang Selatan yang diekspor ke Jepang, Korea hingga Belanda.

“Ke depan, jika saya kembali terpilih, beragam potensi kita ini harus dioptimalkan lagi. Terutama bagi para petani milenial, generasi penerus kita ini,” tandasnya.

Cabup yang berpasangan dengan Cawabup Lathifah itu juga berkunjung ke sentra pertanian bawang merah, di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang. Ia berkunjung ke lokasi program binaannya Development of Integrated Farming System (UPLAND).

Program yang dirintisnya bersama petani itu mencanangkan pertanian terpadu mandiri. Mulai on-farm atau hulu seperti pembibitan sampai hasil panen hingga off-farm atau hilir.

Total ada dua desa di sana yang menjadi pilot project bawang merah seperti di Desa Purworejo dan Desa Banjarejo.

Hasilnya, setiap masa panen raya, mereka mampu menghasilkan bawang merah sekitar 1.000 ton per 100 hektare (Ha), dari luas lahan yang tersedia di dua desa itu sekitar 2.525 hektare selama tiga bulan sekali.

“Saya bangga sekali dengan kemajuan ini. Nanti saya harap semua bisa mulai melek IT, agar saat panen raya nanti tidak lagi perlu perang harga dengan bawang merah dari Thailand,” ucapnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Jelang Idul Adha, Erma Minta Dinas Peternakan Jatim Antisipasi Penyebaran PMK di Sentra Ternak

Erma Susanti minta dinas peternakan antisipasi penyebaran PMK di sentra ternak jelang Idul Adha. SURABAYA — Anggota ...
LEGISLATIF

Doding Dorong IKA-PMII Trenggalek Jadi Motor Kolaborasi dan Perubahan Positif

Doding Rahmadi dorong IKA-PMII Trenggalek jadi motor kolaborasi dan perubahan positif di berbagai bidang. ...
KABAR CABANG

Jaga Ketahanan Pangan, DPC Bojonegoro Tanam Jagung dan Pisang

BOJONEGORO – Mengambil spirit “Marhaenisme” yang dicetuskan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Bojonegoro melakukan ...
KABAR CABANG

Belajar Ideologi dengan Cara Kekinian, 341 Calon PAC PDIP Jember Ikuti Pembekalan Interaktif

Pembekalan 341 calon pengurus PAC PDIP Jember dikemas interaktif dengan storytelling dan kuis digital untuk perkuat ...
LEGISLATIF

Nila Yani: Perjuangan Perempuan Harus Hadir dalam Kebijakan Nyata, Bukan Sekadar Keterwakilan

Nila Yani tegaskan perjuangan perempuan harus diwujudkan dalam kebijakan nyata, bukan sekadar keterwakilan, di ...
KABAR CABANG

Ribuan Kader Hadiri Musancab PDIP Sumenep, Fauzi: Momentum Konsolidasi Organisasi

SUMENEP – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) ...