Kamis
29 Oktober 2026 | 2 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nonik Arboyo: Tari Muang Sangkal Simbol Mengawal Paslon Risma-Gus Hans

pdip-jatim-241007-muang-sangkal-1

SURABAYA – Tari Muang Sangkal merupakan salah satu kesenian khususnya seni tari yang populer dan menjadi ikon di Pulau Madura. Tari Muang Sangkal yang berasal dari Kabupaten Sumenep, Madura adalah tarian yang dilakukan untuk ritual tolak bala atau menjauhkan dari bahaya.

Tari Muang Sangkal yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Sumenep ini pun pernah memarakkan pembukaan Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Vasa Surabaya, Kamis (26/9/2024) lalu.

Sembilan penari Muang Sangkal yang tampil, adalah binaan Diklat Ludruk Arboyo. Diklat Ludruk dipimpin Nonik Arboyo ini merupakan binaan Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Nonik Arboyo mengatakan Tari Muang Sangkal dipilih sebagai simbol mengawal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang diusung PDI Perjuangan di Pilkada Jatim 2024, Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans.

Menurutnya, secara harfiah Muang artinya membuang, dan Sangkal artinya petaka atau balak. Artinya tarian tersebut dilakukan untuk membuang petaka yang ada dalam diri seseorang.

“Tari Muang Sangkal ini ditarikan sebagai misi besar mengawal Bu Risma dan Gus Hans yang maju sebagai calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Jawa Timur,” ungkap Nonik, dalam keterangannya di Surabaya, Minggu (6/10/2024).

Dia pun berharap dengan ditampilkannya Tari Muang Sangkal, seluruh proses mulai dari kampanye hingga hari-H coblosan Pilkada 2024 pada 27 November nantinya bisa berjalan dengan lancar.

“Dengan Tari Muang Sangkal ini jalan yang kita tempuh bisa lancar, jadi membuang balak, petaka dan lain sebagainya. Jalan yang kita tempuh itu lurus, gampang dan bersih, dan menjadikan Bu Risma-Gus Hans menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur,” ungkap Nonik.

Selain itu Nonik juga mengajak seluruh kader Banteng yang putra-putrinya memiliki kerinduan untuk mempelajari tari tradisional untuk dapat mengikuti latihan rutin yang digelar BKN DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

“Setiap Selasa dan Jumat latihan rutin, dan ini sudah kedua kali kami membuka kelas tari, jadi anak-anak para kader yang berminat latihan boleh dipersilakan, karena tujuan kita adalah melestarikan dan mengembangkan kebudayaan tradisional,” ujarnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dana Desa Dipangkas hingga 70%, Guntur Wahono Serap Keluhan Kades di Blitar

BLITAR – Pemangkasan Dana Desa (DD) hingga 70 persen menjadi keluhan utama kepala desa (kades) di Kabupaten Blitar. ...
EKSEKUTIF

Proyek Pengendalian Banjir Surabaya Ditargetkan Rampung Pertengahan November

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan sejumlah proyek penanganan genangan, termasuk pembangunan ...
KRONIK

Penguatan Pendidikan Karakter Anak, Ansari Dorong Sinergi Rumah dan Sekolah

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, pembentukan ...
LEGISLATIF

Dividen BUMD Bergantung pada Bank Jatim, Fuad Benardi Soroti Kinerja Direksi

SURABAYA – Kontribusi dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur yang masih didominasi Bank Jatim menjadi ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Targetkan Aktivasi Desa Kreatif di 157 Desa Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, Novita Hardini, menargetkan aktivasi desa kreatif ...
LEGISLATIF

Tekan Pengangguran, Amithya Dorong Pendataan Ketenagakerjaan Menyeluruh di Kota Malang

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang melalui Disnaker ...