Senin
03 Agustus 2026 | 7 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kenang Perjuangan Tegakkan Demokrasi, DPC Lamongan Peringati Kudatuli

LAMONGAN – DPC PDI Perjuangan Lamongan menggelar acara refleksi dan doa bersama untuk memperingati peristiwa berdarah Kudatuli pada 27 Juli 1996. Acara yang berlangsung di kantor DPC itu diikuti oleh ratusan kader dan pengurus partai se-Kabupaten Lamongan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan, Husen, menyampaikan bahwa peristiwa Kudatuli merupakan tonggak awal reformasi di Indonesia.

“Tragedi Kudatuli mengajarkan kita betapa pentingnya perjuangan untuk menegakkan demokrasi. Peristiwa ini juga menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap rezim otoriter,” ujar Mas Husen, Sabtu (27/

Selain menggelar doa bersama, peserta acara juga menyaksikan film dokumenter tentang peristiwa Kudatuli yang dibuat oleh Badan Kebudayaan DPP PDI Perjuangan.

Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi.

“Kami berharap peristiwa Kudatuli tidak hanya menjadi kenangan pahit, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda. Kita harus terus memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan keadilan,” ucapnya.

Baca juga: Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, Sejarah, Tokoh, dan Kronologinya

Mas Husen menyampaikan, refleksi peristiwa Kudatuli ini bukan untuk membuka luka lama, tapi lebih pada mengenang agar mengerti bahwa proses panjang perjalanan partai agar tetap menjadi partai yang peduli dan berpihak kepada wong cilik.

“Tragedi kudatuli merupakan tonggak awal reformasi 1998. Yakni ditandai adanya perlawanan rakyat terhadap pemerintah yang otoriter. Mungkin kalau tidak ada Kudatuli tidak muncul reformasi,” tuturnya.

DPP PDI Perjuangan tetap berkomitmen mengawal jalan proses penyelidikan secara tuntas atas tragedi Kudatuli melalui Komnas HAM dan menghukum para pelaku kejahatan kemanusiaan.

“Agar di masa mendatang menjadi pembelajaran dan tidak terulang kembali peristiwa Kudatuli,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mas Husen mengatakan, dalam peristiwa ini Ibu Megawati merupakan simbol perlawanan rakyat yang menginginkan demokrasi sebagai pilar negeri ini.

“Jangan sampai demokrasi dimatikan oleh penguasa. Salah satu pilar demoktasi adalah adanya partai, partai merupakan intrumen demokrasi untuk mewujudkan cita cita kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.(mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Abrari Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Pelayaran usai Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Abrari mendesak evaluasi menyeluruh sistem keselamatan transportasi laut ...
KRONIK

KONI Trenggalek Siap Jembatani Kejuaraan Renang Pelajar Digelar Secara Kontinyu

KONI Trenggalek siap menjembatani penyelenggaraan kejuaraan renang antarpelajar secara kontinyu untuk mencetak ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Dorong Guru Tanamkan Moderasi Beragama dalam Pembelajaran

Ketua Bapemperda DPRD Jatim Yordan Batara Goa mendorong guru mengintegrasikan moderasi beragama dalam pembelajaran ...
SEMENTARA ITU...

Pemkab Blitar Usulkan Barongan Kucingan Blitaran Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pemkab Blitar mengusulkan Barongan Kucingan Blitaran menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sebagai upaya ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT Kemerdekaan, “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar apel gabungan di halaman Kantor Pemkab setempat, pada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Sebut Putusan MK Soal MBG Selaras Aspirasi PDI Perjuangan

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah ...