Senin
02 November 2026 | 12 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kenang Perjuangan Tegakkan Demokrasi, DPC Lamongan Peringati Kudatuli

LAMONGAN – DPC PDI Perjuangan Lamongan menggelar acara refleksi dan doa bersama untuk memperingati peristiwa berdarah Kudatuli pada 27 Juli 1996. Acara yang berlangsung di kantor DPC itu diikuti oleh ratusan kader dan pengurus partai se-Kabupaten Lamongan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan, Husen, menyampaikan bahwa peristiwa Kudatuli merupakan tonggak awal reformasi di Indonesia.

“Tragedi Kudatuli mengajarkan kita betapa pentingnya perjuangan untuk menegakkan demokrasi. Peristiwa ini juga menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap rezim otoriter,” ujar Mas Husen, Sabtu (27/

Selain menggelar doa bersama, peserta acara juga menyaksikan film dokumenter tentang peristiwa Kudatuli yang dibuat oleh Badan Kebudayaan DPP PDI Perjuangan.

Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi.

“Kami berharap peristiwa Kudatuli tidak hanya menjadi kenangan pahit, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda. Kita harus terus memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan keadilan,” ucapnya.

Baca juga: Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, Sejarah, Tokoh, dan Kronologinya

Mas Husen menyampaikan, refleksi peristiwa Kudatuli ini bukan untuk membuka luka lama, tapi lebih pada mengenang agar mengerti bahwa proses panjang perjalanan partai agar tetap menjadi partai yang peduli dan berpihak kepada wong cilik.

“Tragedi kudatuli merupakan tonggak awal reformasi 1998. Yakni ditandai adanya perlawanan rakyat terhadap pemerintah yang otoriter. Mungkin kalau tidak ada Kudatuli tidak muncul reformasi,” tuturnya.

DPP PDI Perjuangan tetap berkomitmen mengawal jalan proses penyelidikan secara tuntas atas tragedi Kudatuli melalui Komnas HAM dan menghukum para pelaku kejahatan kemanusiaan.

“Agar di masa mendatang menjadi pembelajaran dan tidak terulang kembali peristiwa Kudatuli,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mas Husen mengatakan, dalam peristiwa ini Ibu Megawati merupakan simbol perlawanan rakyat yang menginginkan demokrasi sebagai pilar negeri ini.

“Jangan sampai demokrasi dimatikan oleh penguasa. Salah satu pilar demoktasi adalah adanya partai, partai merupakan intrumen demokrasi untuk mewujudkan cita cita kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.(mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bangkalan Sabet Tiga Penghargaan Wilwatikta Awards, Bupati Lukman: Ada Kerja Keras Petani

SURABAYA – Kabupaten Bangkalan meraih tiga kategori penghargaan dalam ajang Jawapos.com Wilwatikta Awards 2026. ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Turnamen Voli Pantai Trans Group, Dorong Regenerasi Atlet

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, membuka Turnamen Voli Pantai Trans Group di kawasan Pantai ...
SEMENTARA ITU...

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...