TRENGGALEK – Lebaran merupakan hari kemenangan bagi Umat Islam usai menjalankan puasa Ramadan sebulan penuh. Tentunya di hari kemenangan ini banyak orang menyambut Lebaran dengan dengan penuh suka cita.
Namun kegembiraan ini tidak sepenuhnya dirasakan oleh seluruh umat Islam. Seperti halnya Ismiatun, warga Kelurahan Ngantru itu tidak seberuntung umat Islam yang lain.
Dia hidup sebatangkara di usia senjanya dengan kehidupan serba kekurangan. Banyak sampah berserakan di dalam rumah reotnya.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin tidak bisa membendung air matanya ketika menceritakan hal ini saat menghadiri Takbir Akbar di Masjid Agung Baiturrahman, Selasa malam (9/4/2024).
Menurutnya ditengah kegembiraan seluruh umat Islam merayakan Lebaran ternyata masih banyak orang-orang yang belum beruntung merayakan Lebaran ini sebatangkara dengan penuh kekurangan.

Mungkin saat Lebaran, kepala daerah muda itu tidak bisa berkunjung ke rumah-rumah warga. Namun pada malam takbir itu dirinya bersama keluarga sengaja menyambangi rumah-rumah warga seperti Bu Atun, panggilan Ismiatun.
Harapannya kehadirannya bersama keluarganya bisa memberikan semangat lain dalam perayaan Lebaran ini.
“Kita sebagai masyarakat bersyukur, momen Lebaran bisa berkumpul bersama keluarga. Tapi di beberapa tempat yang lain seperti yang saat ini saya kunjungi beliau sebatang kara. Tidak ada saudara yang datang, ya kita tetangga yang menguatkan,” ungkap Mas Ipin, dalam Takbir Akbar di Masjid Baiturrahman.
Wakil Ketua Apkasi itu mengatakan, kemungkinan dirinya tidak bisa mutar-mutar ke rumah orang lain, tapi ke rumah para lansia tersebut, Harapannya, bisa membawa suasana Lebaran bagi mereka.
“Kehadiran saya bersama keluarga juga mendoakan beliau-beliau supaya tetap sehat,” imbuhnya.
Dalam momen Lebaran ini, Mas Ipin juga mengajak kepada seluruh masyarakat Trenggalek yang mampu untuk bisa saling menjaga, saling memberi satu sama lainnya. (man/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS