Sabtu
22 Agustus 2026 | 11 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Said Abdullah Minta Pemerintah Pastikan Program Bansos Mampu Redam Tekanan Ekonomi Rakyat

pdip-jatim-230429-mhsa-1

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah minta pemerintah memastikan program bantuan sosial (bansos) dapat meredam tekanan ekonomi yang dihadapi rakyat. Hal itu menimbang masih tingginya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok.

“Untuk rumah tangga miskin dan sangat miskin, pemerintah perlu memastikan seluruh program bansos terjangkau mereka. Sebab, kenaikan harga kebutuhan pokok akan semakin menyulitkan kondisi perekonomian mereka. Program bansos kita harapkan menjadi peredam dari tekanan ekonomi yang mereka hadapi,” kata Said di Jakarta, Minggu (17/3/2024).

Dia menyebutkan harga beras di pasar internasional masih tinggi, yakni USD17,8 per kuintal. Meski turun bila dibandingkan Februari yang sebesar USD19 per kuintal, namun harga itu masih lebih tinggi dari catatan 2022 dan 2023.

Demikian pula dengan harga gula yang masih tercatat sebesar USD22 per pound, lebih tinggi dari rata-rata harga tahun lalu yang berada di kisaran USD18-22 per pound.

Sementara sejumlah bahan pangan lainnya, seperti jagung, kedelai, gandum, dan daging di pasar internasional menunjukkan tren penurunan. Tren ini yang menurutnya, perlu dioptimalkan pemerintah untuk mengamankan pasokan dalam negeri.

Terlebih, lanjut dia, saat ini telah memasuki momentum Ramadhan yang akan disusul dengan Hari Raya Idul Fitri, di mana terdapat tren kenaikan harga bahan pokok dalam dua momentum ini.

“Kalau jangka pendek ketersediaan tidak bisa dipenuhi di dalam negeri, tentu tak ada pilihan selain impor. Namun, skema impornya juga harus diubah dari skema kuota menjadi tarif, untuk menjaga kegiatan impor dari perburuan renten,” tutur dia.

Pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini pun menilai pemerintah perlu menggelar operasi pasar berskala besar untuk mencegah risiko penurunan daya beli masyarakat.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional atau Bapanas menyalurkan bantuan pangan beras bagi 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada tahun ini.

Menurut Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, pada 2024 terdapat anggaran sekitar Rp440 miliar ditambah ada tambahan sekitar Rp6,8 triliun untuk bantuan pangan yakni bantuan pangan beras untuk 3 bulan pertama.

Selain bantuan pangan, Bapanas juga pada tahun ini menyalurkan bantuan untuk 1,4 juta keluarga risiko stunting.

Kemudian ada juga enam bulan untuk bantuan keluarga berisiko stunting yang dikerjakan oleh Holding BUMN Pangan ID Food bagi sekitar 1,4 juta keluarga, berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (dhani/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kecam Kasus Asusila di Pamekasan, Hj. Ansari PDIP Desak Korban Dikawal hingga Pulih

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengecam keras kasus dugaan kekerasan seksual ...
KRONIK

Mbah No, Pemulung 73 Tahun yang Berdiri Tegak di Tengah Rongsokan Saat Merah Putih Diturunkan

BANYUWANGI – Karung berisi rongsokan masih berada di samping tubuhnya. Pakaian yang dikenakannya juga jauh dari ...
MILANGKORI

Meteri Bumi di Kedungdowo, Ketika Trenggalek Menyapa Alam Menjelang Usia 832 Tahun

TRENGGALEK – Pagi di sumber air Kedungdowo, Dusun Bendogolor, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jumat ...
HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Pastikan Penutupan Soekarno Cup 2026 di GBT Tetap Meriah

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memastikan penutupan Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), ...
OLAHRAGA

Manajer Banteng Jatim Minta VAR Dioptimalkan, Evaluasi Tanpa Persoalkan Hasil

SURABAYA – Manajer Banteng Jatim FC Didik Prasetiyono meminta penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Soekarno ...
OLAHRAGA

Gol 23 Detik Bawa Banteng Bali ke Final Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Gol cepat I Putu Kenzie Radhitya membawa Bali mengalahkan Banteng Jatim dengan kemenangan tipis 1-0 pada ...