Senin
08 Juni 2026 | 11 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati: Imlek Jadi Perekat Keanekaragaman

pdip-jatim-Megawati-saat-di-ubaya

pdip-jatim-Megawati-saat-di-ubayaJAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan, tahun baru Imlek sudah bukan lagi sekadar budaya etnis Tionghoa. Presiden ke-5 RI ini berpendapat, Imlek justru menjadi salah satu perekat bagi keanekaragaman di Indonesia.

“Peringatan Imlek menjadi bagian dari jembatan persaudaraan seluruh warga bangsa dan cerminan bagaimana prinsip kebangsaan sungguh merasuk dalam sanubari rakyat,” kata Megawati, sebagaimana siaran pers DPP PDI Perjuangan, Senin (8/2/2016).

Saat menjabat Presiden RI, pada 2003 Megawati menetapkan hari raya Imlek sebagai hari libur nasional. Keputusan Megawati itu merupakan terusan dari keputusan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 mengenai pencabutan instruksi Presiden Soeharto pada tahun 1967 yang membatasi gerak kelompok Tionghoa.

Menurut Megawati, perayaan Imlek juga menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia bisa bersatu dalam kebhinnekaan. Imlek, jelas dia, menjadi fundamen yang kokoh bagaimana persatuan Indonesia hadir dengan seluruh keanekaragaman yang ada.

Sementara, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Imlek menjadi bagian hari besar yang dihormati bersama lengkap dengan seluruh tradisi kebudayaannya. Hal ini, jelas Hasto, tidak terlepas dari kepeloporan Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri.

Sedang di era Presiden Joko Widodo sekarang, kata Hasto, imlek menjadi salah satu momentum untuk mempercepat berbagai kerja untuk menghadapi persoalan yang ada. Menurutnya, imlek tahun ini yang memasuki tahun monyet api menjadi simbol untuk melahirkan berbagai pemikiran yang memuat solusi sekaligus memacu semangat kerja.

“Ini sejalan dengan tahun 2016 sebagai tahun monyet api. Kecerdikan, kelincahan, semangat, dan api perjuangan yang disimbolkan dengan monyet api tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa ini,” papar Hasto. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Diana Sasa Temukan Banyak Mata Air di Lokasi Tambang Sayutan: “Harus Dievaluasi”

MAGETAN – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, turun langsung meninjau lokasi aktivitas tambang di Desa ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Desak Pemerintah Siapkan Mitigasi untuk Lindungi Industri Manufaktur

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendesak pemerintah menyiapkan langkah mitigasi konkret untuk menjaga daya ...
KRONIK

Bupati Ipuk Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Progres 75 Persen

BANYUWANGI – Pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat (SR) di Banyuwangi. Saat ini, progres pembangunannya ...
KABAR CABANG

Harlah Bung Karno, BPEK Tuban “Ngangsu Kaweruh” Ideologi dan Ekonomi Kreatif di Blitar

KOTA BLITAR – Memperingati hari kelahiran Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pemberdayaan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Fokus Tekan Pengangguran, Mas Dhito Genjot Pelatihan Kerja hingga Job Fair

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan Pemkab Kediri fokus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka ...
KRONIK

Ganjar Ajak Generasi Muda Suarakan Kegelisahan Bangsa Lewat Film dan Seni

Ganjar Pranowo mengajak generasi muda menyalurkan gagasan, kritik sosial, dan kegelisahan terhadap kondisi bangsa ...