JAKARTA – Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menerima kedatangan sejumlah kiai dan nyai dari berbagai daerah di Indonesia, Kamis (21/12/2023) malam.
Kiai dan nyai keluarga besar pecinta ajaran Wali Songo itu menitipkan sejumlah pesan kepada Ganjar jika kelak menjadi Presiden 2024 mendatang.
Pertemuan di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan tersebut berlangsung tertutup.
“Kami keluarga besar pecinta Wali Songo datang ke Pak Ganjar untuk menitipkan beberapa pesan untuk dilaksanakan ketika nanti Pak Ganjar jadi presiden. Alhamdulillah beliau merespons untuk melaksanakan pesan-pesan dari para kesepuhan pecinta Wali Songo,” kata Kiai Imaduddin Utsman dari Pondok Pesantren Salafi Nahdlatul Ulum Cempaka Banten usai pertemuan.
Kiai Imaduddin mengatakan, pertama para kiai berpesan menjaga serta memastikan keberlangsungan NKRI. Kedua ialah menjaga harkat martabat bangsa Indonesia untuk senantiasa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Yang ketiga adalah ajaran Wali Songo wasathiyah Wali Songo, dalam paham agama Islam di Indonesia ini untuk tetap dijaga,” paparnya.
Dia juga minta agar Ganjar senantiasa menjaga sejarah bangsa RI yang kerap mengalami upaya pembelokan dari berbagai pihak, khususnya sejarah masukan agama Islam di Indonesia atas peran dan usaha Wali Songo.
![](https://i0.wp.com/pdiperjuangan-jatim.com/wp-content/uploads/2023/12/pdip-jatim-231222-kiai-temui-gp-2.jpg?ssl=1)
“Sehingga keislaman kita hari ini adalah keislaman yang bisa untuk beriringan dengan tradisi dan budaya masyarakat Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa, yang berjumlah 700 suku bangsa Indonesia, dengan 1.400 bahasa, dipisahkan oleh pulau-pulau kebangsaan kita ini untuk tetap dijaga dan diangkat martabatnya di atas penjuru dunia ini,” tegasnya.
“Jadi bukan hanya di Indonesia bagaimana Pak Ganjar nanti ketika sudah jadi presiden untuk bisa mengangkat harkat dan martabat bisa sejajar bahkan bisa lebih masyarakat dunia lainnya,” sambung Kiai Imaduddin.
Sementara kiai lainnya menitipkan permasalahan yang kerap terjadi di makam para Wali Songo. Dia menyinggung kondisi tanah makam Wali Songo yang kerap diserobot pihak lain.
“Di antaranya, kita menitipkan kepada Bapak Ganjar, masalah makam-makam para wali sembilan itu agar tanah-tanahnya rapi semuanya karena beberapa banyak tanah-tanah dari wali sembilan itu telah diserobot oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.
KH Gus Fuad Plered dari Pondok Pesantren Raudhatul Fatihah mengaku tak pernah secara langsung mendukung paslon presiden tertentu secara terang-terangan. Kiai NU yang masih memiliki garis keturunan Sunan Ampel itu menyinggung otoritas spiritual di balik keputusannya mendukung Ganjar Pranowo.
“Intinya saya baru sekali ini secara terang-terangan mendukung salah seorang capres karena ada otoritas spiritual yang kita yakini yang berpesan dan menyuruh saya secara terang-terangan membela Pak Ganjar, berikhtiar untuk memenangkan Pak Ganjar demi putra putri bangsa nusantara demi bangsa Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya.
“Intinya kami harus berikhtiar bahwa demi Indonesia, demi NKRI, demi Pancasila kami semua harus terang terangan bahwa kami ada bersama Pak Ganjar dan Pak Mahfud,” imbuhnya.
Berikut daftar kiai dan nyai yang bertemu Ganjar kemarin:
- KH. Syarief Rahmat. MA – Pondok Pesantren Ummul quro-Padasuka, Tangsel, Banten
- KH. Nur Hasan – Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan
- KH. Hamid – Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan
- KH. Imaduddin Ustman. MA – Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Cempaka Banten
- KH. Muhammad Abbas – Pondok Pesantren Buntet Cirebon
- KH. Gus Fuad Plered Yogya – Pondok Pesantren Raudhatul Fatihah
- Tb. Moggi Nurfadhil – Rabithah Babad Kesultanan Banten
- KRT. Faqih Wirahadiningrat – Tumenggung Kasunanan Pakubuwono Surakarta
- KH. Yusuf Mubarok – Pondok Pesantren TQN Al Mubarok 1 Banten
- Gus Jazuli – Pondok Pesantren TQN Al Mubarok 2, Banten
- Kyai Syarif Tegal – Laskar Sabilillah
- Gus Irfan Wesi – Padasuka
- KH. Mbah Muhfidz – Penasehat Alap-alap Mataram
- Gus Harun. Laskar Raja Wali Nusantara
- KH. Zabidi – Naqobah Ansab Aulia Tis’ah
- Ki Alun – Pondok Pesantren Petir, Banten
- KH. Ali Taba – Balai Adat Keariaan Tangerang
- KH. Mohammad Abdul Mujib – Pondok Pesantren Assa’adah, Depok
- Gus Rozak – Laskar Mataram raya
- KH. Suraji – Pondok Pesantren I’jazul Qur’an
- KH. Uqid – Panglima Laskar, Mataram Raya
- Nyai Hj. Luluk – Pondok Pesantren Manzilum Ulum kaliwungu, Kudus
- Nyai Hj. Qudsiyah – Pondok Pesantren Sabilum Ulum Mayong, Jepara
- KH. Maksum Fathoni Pondok Pesantren Mansyaul huda Bagorejo, Blora
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS