Sabtu
12 September 2026 | 9 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Maksimalkan Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemkab Trenggalek Dirikan Pos Curhat di Setiap Desa

pdip-jatim-231121-pos-crhat-2

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek terus maksimalkan upaya terhadap perlindungan perempuan dan anak, yang diwujudkan dengan adanya Pos Curhat yang dibentuk di setiap desa.

Hal itu diungkapkan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat pembekalan konselor Rumah Perempuan dan Perlindungan Anak (RPPA) yang dilaksanakan di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Senin (20/11/2023).

Pos Curhat sendiri fokus pada tiga hal, yakni mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, serta ketidakadilan akses baik dalam hal ekonomi maupun pendidikan.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang muncul ke permukaan, menurut Mas Ipin belum tentu mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Karena mungkin banyak yang tidak berani bersuara.

“Makanya fokusnya adalah bagaimana kita memiliki jejaring untuk kemudian bisa mendengar, bisa menyaring semua keluhan itu sebanyak-banyaknya,” ungkap Mas Ipin.

“Jadi tidak ada kasus bukan berarti tidak ada kekerasan, itu yang perlu digarisbawahi. Jadi yang penting sekarang awarness-nya ditingkatkan,” sambungnya.

Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini, S.E., M.E., menekankan pentingnya sinergi peran mulai dari lingkup keluarga. Di mana pengasuhan anak tidak hanya bertumpu pada peran ibu.

“Dulu PKK, 2016 ada program namanya Satu Jam Bersama Ayah, nah ini saya muter ke beberapa sekolah, tidak hanya ayah menemani hanya fisiknya saja tetapi juga lahir batinnya menemani anak-anak belajar dan bermain,” ungkap Novita.

Sedangkan terkait Pos Curhat, Bunda Novita menjelaskan bahwa tidak sekadar lapor namun juga perlu adanya interaksi.

Sehingga para konselor juga dilatih untuk bisa memberikan pendampingan psikologis.

“Pencegahan kita juga ada, tetapi kita juga ada pendampingan. Jadi setiap ada masalah baik itu di kasus anak, remaja, sampai ibu-ibu, bahkan bapak-bapak juga biasanya mereka datang dengan masalahnya masing-masing,” ucapnya.

“Kemudian kami dari Tim Penggerak PKK melatih konselor untuk bisa menjadi pendamping yang baik dan positif bagi masyarakat,” imbuh istri Bupati Trenggalek itu. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Rekomendasikan Pemutakhiran Data Desil, DPRD Trenggalek Minta BPS dan Dinsos Turun ke Lapangan

TRENGGALEK – DPRD Trenggalek merekomendasikan pemutakhiran data desil secara langsung di lapangan untuk mengatasi ...
SEMENTARA ITU...

Yuzar: Kader Digital Harus Kritis, Jangan Mudah Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, mengingatkan kader digital Muhammadiyah ...
KABAR CABANG

Probolinggo Siaga Darurat Kekeringan, PDI Perjuangan Instruksikan Kader Jadi Early Warning System

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah dengan status Siaga Darurat Kekeringan di ...
EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
EKSEKUTIF

Wawali Mojokerto: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah Hak Dasar Setiap Pekerja

MOJOKERTO – Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menegaskan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan ...