Minggu
21 Juni 2026 | 11 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Abidin Fikri Ulas Sejarah Pancasila

IMG-20231116-WA0017_copy_960x626

BOJONEGORO –  Anggota DPR/MPR RI Abidin Fikri SHMH menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Desa Bangilan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Kamis (26/11/2023).

Acara diikuti 300-an peserta dari unsur PAC PDI Perjuangan, Pengurus Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) tingkat kecamatan se-kabupaten dan tokoh masyarakat.

Dalam penjelasannya Abidin Fikri menyampaikan proses perumusan dasar negara Pancasila hingga digunakan sampai saat sekarang.

“Kata Pancasila pertama kali diperkenalkan oleh Bung Karno dalam pidatonya pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), 1 Juni 1945,” kata Abidin Fikri yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro.

Sukarno, lanjut dia, dasar-dasar negara yang ia namakan Pancasila memuat lima poin.

Yakni, Kebangsaan Indonesia,
Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang berkebudayaan.

BPUPKI melanjutkan persidangan melalui tim kecil bernama Panitia Sembilan untuk menindaklanjuti perumusan dasar negara.

Anggota panitia sembilan yakni Soekarno, Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, Mohammad Yamin, KH Wahid Hasjim, Abdoel Kahar Moezakir, Abikusno Tjokrosoejoso, Haji Agus Salim, dan A.A. Maramis.

Pada 22 Juni 1945, Panitia Sembilan melahirkan kesepakatan berupa rancangan dasar negara yang diberi nama Piagam Jakarta.

Naskahnya sebaiknya berikut. Satu, Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Dua,  Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Proses berikutnya, tugas BPUPKI berakhir pada 7 Agustus 1945 dan digantikan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada sidang 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara sebagai berikut.

1. Ketuhanan yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan ber adab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa, para pendiri bangsa telah bersepakat bahwa Pancasila adalah dasar yang tepat bagi Indonesia Merdeka,” jelas Abidin Fikri.

“Pancasila mampu menyatukan berbagai perbedaan yang ada di Indonesia. Hal ini berbeda dengan sejumlah negara yang mengalami perpecahan karena tidak mempunyai dasar negara yang kuat,” sambung Abidin Fikri. (dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep, Tampilkan Tari Sintong, Keris hingga Migas

SUMENEP – Logo Hari Jadi ke-758 Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi identitas visual perayaan, tetapi juga ...
KABAR CABANG

Dari Jombang ke Pusara Sang Proklamator, Perjalanan Ratusan Kader Banteng Menjaga Api Perjuangan Bung Karno

Ratusan kader PDI Perjuangan Jombang menempuh perjalanan ke Makam Bung Karno di Blitar. Ziarah kebangsaan ini ...
KABAR CABANG

18 PAC Se-Sidoarjo Serempak Doa Bersama Peringati Haul ke-56 Bung Karno, Libatkan Kiai Kampung Hingga Santunan Anak Yatim

SIDOARJO – Memperingati lima puluh enam tahun wafatnya Sukarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, ...
KABAR CABANG

Sebanyak 480 Kader PDI Perjuangan Tulungagung Ziarah di Makam Bung Karno

TULUNGAGUNG – Ratusan kader PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung melaksanakan ziarah di makam Bung Karno usai ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Kanang “Banjir” Keluhan Kondisi Perekonomian

NGAWI – Beragam keresahan masyarakat Kabupaten Ngawi disampaikan langsung kepada Anggota DPR RI Fraksi PDI ...
KABAR CABANG

Serunya Turnamen Tenis Meja “Soekarno Cup I” di Bojonegoro

BOJONEGORO – Memperingati Bulan Bung Karno 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro ...