MALANG – Tujuh kelompok tari Warokan, Morena, Dayakan, Sakera, Topengan, Rampak, dan Sanduk menyambut kedatangan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Untari Bisowarno di Desa Kesamben, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, kemarin.
Acara penyambutan Untari di Balai Desa Kesamben berlangsung meriah, warga tetap antusias tidak meninggalkan lokasi walaupun sempat diguyur hujan.
Kedatangan Untari di desa tersebut untuk meresmikan Gedung Karawitan, juga meresmikan selesainya pembangunan jalan rabat beton dan saluran irigasi. Ketiganya merupakan aspirasi warga setempat yang berhasil direalisasikan oleh Untari.
Kepala Desa Kesamben Misdi mengatakan, pihaknya sengaja memberikan penyambutan secara meriah sebagai ungkapan terima kasih kepada Untari selaku legislator DPRD Jatim dari Dapil Malang Raya tersebut.

“Saya terima kasih sekali atas kepedulian dan kedatangan Ibu Untari ke desa saya, Desa Kesambi. Telah membantu pembangunan di desa kita yang tercinta ini. Semoga beliau senantiasa dilindungi oleh Allah, dan amal baiknya dibalas dengan kelancaran, diparingi kesehatan, jasmani, rohani,” ujarnya.
7 Ragam tarian yang ditampilkan, ungkap Misdi, merupakan persembahan dari warga asli Desa Kesamben. Dia mengatakan, selama ini warga Desa Kesamben memang sangat antusias terhadap kegiatan-kegiatan kebudayaan.
Sehingga keberadaan Gedung Karawitan ini kedepannya akan sangat bermanfaat bagi berbagai kegiatan pelestarian dan penguatan budaya lokal. Sebagai peninggalan dari para leluhur untuk bisa dirawat dan dilestarikan selama-lamanya.
“Semua tarian ini, berasal dari warga asli Desa Kesamben dan peralatannya-pun buatan sendiri, asli diproduksi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Paguyuban Penari Topeng Malang Kaslam, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Sri Untari terhadap upaya pelestarian kebudayaan yang ada di Desa Kesamben.

Terlebih, Untari sebelumnya berkomitmen untuk menjadikan Kesamben sebagai desa binaan di bidang kebudayaan. Oleh sebab itu dia berharap kegiatan-kegiatan kebudayaan kedepannya di Desa Kesamben akan dapat terfasilitasi dengan baik.
“Disini yang saya latih ada anak-anak maupun ibu-ibu. Saya latih tari-tari tradisi Malang. Saya sudah menjadi anggota dari kelompok tari malangan semenjak tahun 78 sampai sekarang,” papar Kaslam.
Wadah yang telah direalisasikan dalam bentuk Gedung Karawitan ini, diharapkan mampu merawat dan melestarikan tari-tarian tradisional, terutama yang berasal asli dari Malang. Sehingga peninggalan nenek moyang kita ini tidak hilang tergilas zaman.
“Siapapun itu, kalau memang punya niat untuk belajar melestarikan budaya, semua saya ajari. Nanti biar bisa besok dan di masa yang akan datang selalu ada orang yang melanjutkan pelestarian budaya,” ujarnya. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










