Rabu
22 Juli 2026 | 7 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

6 SDN di Ngawi Ini Muridnya Cuma 1

IMG-20250719-WA0027_copy_618x438

 NGAWI – Enam Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Ngawi mengalami krisis siswa pada tahun ajaran 2025/2026. Masing-masing sekolah tersebut hanya menerima satu siswa baru.

Adapun enam sekolah yang terdampak antara lain SDN 1 Dempel di Kecamatan Geneng, SDN Mojo 1 di Kecamatan Bringin, SDN Jenggrik 1 di Kedunggalar, serta SDN Karangbanyu 3, Sidolaju 5, dan Kayutrejo 2 di Kecamatan Widodaren.

Melihat kondisi itu, Komisi II DPRD Ngawi turun langsung melakukan inspeksi ke sekolah-sekolah yang terdampak. Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Sojo, menyebutkan bahwa sejumlah faktor turut memengaruhi minimnya jumlah siswa, mulai dari letak geografis hingga penerapan sistem zonasi.

“Lokasi SDN 1 Dempel berada di ujung utara desa dan berbatasan langsung dengan desa tetangga. Sebelumnya, banyak siswa berasal dari luar desa, namun karena aturan zonasi, mereka kini wajib bersekolah di wilayah asal,” ujar Pakde Sojo, Sabtu (19/7/2025).

Menurutnya, krisis siswa di SDN 1 Dempel bukan kali pertama terjadi. Saat ini, jumlah total siswa hanya 17 anak. Bahkan, kelas III dan V tidak memiliki siswa sama sekali. Sementara itu, lembaga PAUD dan TK berada di bagian selatan desa, membuat lulusan lebih memilih melanjutkan ke sekolah dasar yang lokasinya lebih dekat.

Pakde Sojo juga mengungkapkan, penurunan jumlah siswa tidak hanya disebabkan zonasi. Juga karena menurunnya jumlah lulusan PAUD/TK setiap tahun. Di sisi lain, jumlah lembaga pendidikan dasar terus bertambah, baik negeri maupun swasta, yang menciptakan persaingan antar sekolah dalam merekrut siswa.

“Di Desa Dempel saja ada lima lembaga SD. Ini menciptakan kompetisi yang cukup berat dalam menarik minat masyarakat,” jelasnya.

Legislator PDI Perjuangan dari Dapil Ngawi II itu meminta Dinas Pendidikan untuk terus berinovasi agar sekolah negeri tidak tertinggal dari sekolah swasta. Ia menegaskan, kualitas dan daya tarik sekolah harus ditingkatkan agar tidak kehilangan siswa.

“Kami mendorong Dinas Pendidikan Ngawi untuk menciptakan inovasi. Sekolah negeri tidak boleh kalah bersaing. Kalau tidak mau kalah, maka harus terus berinovasi,” pungkasnya. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Zulham Dorong Pasar Sumedang Dikerjasamakan dengan Swasta agar Tak Terus Mangkrak

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarok mendorong pengelolaan Pasar Sumedang ...
SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...