Jumat
25 September 2026 | 11 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

4 Kali Bertarung Politik, Jokowi Selalu Mendapat Kepercayaan Rakyat

pdip-jatim-maruarar-tmp-pusat

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait menilai ada perbedaan antara calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo dengan capres nomor 02, Prabowo Subianto.

“Pak Prabowo kan belum pernah memenangkan pertarungan apapun, kecuali jadi ketum Gerindra saja. Pemilu presiden selalu kalah, (calon) wapres maupun (calon) presiden,” ujar Maruarar, di kompleks parlemen, Kamis (29/11/2018).

Sementara Jokowi, lanjut Maruarar, selalu memenangkan pemilu yang diikutinya dari pemilihan Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, sampai Presiden Indonesia. “Empat kali bertarung politik, Pak Jokowi selalu mendapatkan kepercayaan rakyat,” kata Ara, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, saat menghadiri acara “The World in 2019 Gala Dinner” yang diselenggarakan majalah The Economist di Hotel Grand Hyatt Singapura, Selasa (27/12/2018), Prabowo menyebutkan soal korupsi di Indonesia yang seperti kanker stadium 4.

Kemudian juga soal rakyat yang mudah disuap untuk memilih calon tertentu dalam pemilu. Prabowo juga menyinggung soal elite bangsa Indonesia yang rai gedhek (tak tahu malu).

Menurut Ara, pidato tentang kondisi negatif Indonesia di forum internasional wajar dilakukan Prabowo sebagai manuver untuk menarik perhatian masyarakat.

“Usaha silakan saja, tetapi kami dari pendukungnya Pak Jokowi makin yakin rakyat Indonesia secara objektif bisa melihat mana yang optimis mana yang pesimis,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno, mengatakan sejujurnya sebelum era reformasi tiba, kritik yang dilontarkan Prabowo terhadap elite yang tak tahu malu justru tumbuh di masa pemerintahan Soeharto.

“Seperti itu justru kami serukan kepada para elit di seputar Soeharto yang rajin membiarkan KKN,” ujarnya.

Dia menyebutkan, saat itu PDIP berharap kepada Presiden Soeharto sebagai mandataris MPR untuk melakukan langkah-langkah tegas pemberantasan KKN. Mengingat atas mandataris itu, Soeharto memiliki kekuasaan otoriter dan hegemonik.

“Bukan malah sebaliknya, sibuk melembagakan kepura-puraan dan menjadikan kemampuan berpura-pura, bersandiwara dan basa-basi sebagai standar perilaku politik dan sosial,” kata Hendrawan.

Menurut dia, kini kecaman yang sama datang lagi. Sayangnya kecaman tersebut, datang dari elite yang dikritik PDIP saat era orde baru. “Ironisnya disuarakan oleh elit yang dibesarkan di zaman ‘old’,” imbuhnya.

“Elit-elit politik yang dikatakan Prabowo itu, justru kelompok-kelompok yang hidup subur pada era Soeharto,” lanjut Hendrawan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

PEMILU

PDI Perjuangan Usulkan Parliamentary Threshold 6 Persen untuk RUU Pemilu

JAKARTA – PDI Perjuangan akan membawa usulan parliamentary threshold (PT) sebesar 6 persen sebagai sikap resmi ...
SEMENTARA ITU...

MMA Trenggalek Borong 10 Medali di Kejurprov Jatim, Jadi Modal Tatap Popda dan Porprov 2027

TRENGGALEK – Cabang olahraga (cabor) mixed martial arts (MMA) Trenggalek yang tergolong masih muda langsung ...
KABAR CABANG

Konsolidasi di Kecamatan Rembang, Kader Banteng Ditegaskan Harus Turun ke Akar Rumput

KABUPATEN ​PASURUAN — Jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan di Kabupaten Pasuruan diminta untuk tidak hanya ...
KRONIK

Tanam Bibit Kelapa di Bancaran, Bupati Lukman Optimis Ciptakan Sumber Ekonomi Baru

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, bersama kelompok tani Kampung Kencat, Kelurahan Bancaran, melaksanakan ...
HEADLINE

Said Abdullah Optimistis Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Dimulai 2028

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah optimistis program pendidikan negeri gratis mulai ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Seragamkan Motif, Warna, dan Kualitas Batik untuk SD-SMP Negeri

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menyeragamkan motif, warna, hingga kualitas seragam batik untuk ...