Rabu
23 September 2026 | 10 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

3 Tahun Bom Surabaya, Kusnadi: Jadikan Momentum untuk Bersatu

pdip-jatim-3-tahun-bom-surabaya

SURABAYA – Memperingati tiga tahun terjadinya bom tiga gereja di Surabaya, Forum Rumah Bersama Surabaya mengajak kaum perempuan berani melawan ideologi radikal dengan menjadi duta perdamaian.

Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi mengatakan, peringatan tragedi 13 Mei itu merupakan pengingat bersama untuk menyudahi rasa saling membenci, merasa paling benar sendiri antar satu dengan yang lain dan menjadikan sebagai momentum untuk bersatu. 

Terlebih, pada 13 Mei 2021 nanti, meskipun pemerintah belum secara resmi menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah, namun dalam kalender 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada 13 Mei yang juga bertepatan pada Kenaikan Isa Almasih.

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut, Hal ini menjadi momen di mana umat Islam dan Kristen serta Katolik akan memperingati hari besar secara bersamaan.

“Ini tidak ada yang kebetulan. Ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan dunia, kita itu bersaudara. Apapun suku dan keyakinanmu, kamu bersaudara. Maka saling menjagalah, jangan saling menyakiti. Agar tercipta kedamaian antar umat beragama,” tutur Kusnadi, Senin (10/5/2021).

Sementara itu, Sekretaris Umum PW Fatayat NU Jawa Timur, sekaligus anggota Forum Rumah Bersama Surabaya, Wiwik Endahwati mengatakan, perempuan harus menginspirasi.

Sejak peristiwa bom gereja di Surabaya tahun 2018, sebut Wiwik, perempuan dan anak-anak semakin sering dilibatkan dalam aksi teror. “Mereka ini adalah korban,” ujar Wiwik Endahwati, dalam kegiatan yang berlangsung di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya itu.

Menurutnya, perempuan dan anak-anak seringkali dijadikan objek melakukan gerakan tak bertanggung jawab. Maka dari itu, melalui kegiatan bertema “Menolak Kekerasan Melalui Tuhan Yang Berhati Ibu”, pihaknya mengajak perempuan menjadi agen perdamaian.

“Saat ini pun kami bukan mengenang lukanya (peristiwa bom 13 Mei 2018), tapi mengenang semangat bersama dengan kawan lintas agama agar lebih menguatkan kebersamaan, bahwa perbedaan itu bukan sesuatu yang salah tapi sebagai aset kita untuk membangun bangsa ini,” tandasnya.

Romo Paroki Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya, Agustinus Eka Winarno menyambut baik kegiatan ini. “Gema ini saya kira bagus. Ini juga perlu didukung. Kita saling silaturahmi untuk saling dekat antarumat beragama,” ujarnya. (dhani/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pimpin Rakor Stunting, Bupati Lukman: Data Harus Selaras dengan Kondisi Faktual Lapangan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang ...
KRONIK

Pasar Banyuwangi mulai Diserahterimakan, Bupati Ipuk Turun Tangan Dengar Keluhan Pedagang

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengecek penyerahterimaan lapak untuk pedagang di Pasar ...
BERITA TERKINI

Sri Untari Dorong Lintas Sektor Cegah Kenakalan Remaja, Guru BK Disiapkan Wadah Aman

MALANG — Pencegahan kenakalan remaja dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Anggota Komisi E DPRD Jawa ...
BERITA TERKINI

557.868 Ton Pupuk Bersubsidi Belum Tersalur, Renny Dorong Pengawasan dengan Lima Ukuran

SURABAYA — Sebanyak 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi dari total alokasi 2.115.951 ton di Jawa Timur ...
LEGISLATIF

Eddy Paripurna Desak Bongkar Aktor di Balik Peredaran 1.048 Ton Udang Impor

SURABAYA — Peredaran 1.048 ton udang impor yang diduga tidak sesuai peruntukan di sejumlah wilayah Jawa Timur ...
BERITA TERKINI

Mulai Oktober, Eri Cahyadi Instruksikan ASN Pemkot Surabaya Bertugas di Balai RW

SURABAYA — Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan mulai Oktober 2026 seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ...