Jumat
16 Oktober 2026 | 6 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

21 Juni: Bung Karno Wafat, Jokowi Lahir

pdip-jatim-jokowi-bung-karno

JAKARTA – Tanggal 21 Juni merupakan tanggal yang sakral, bagaimana tidak, di tanggal yang sama Bapak pendiri bangsa yang juga merupakan presiden pertama RI, Dr. Ir. H. Soekarno wafat 21 Juni 1970, kemudian Presiden ke-7 RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) lahir 21 Juni 1961.

Jokowi lahir di Surakarta, Jawa Tengah, dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Lalu 9 tahun kemudian setelah kelahiran Jokowi, bangsa Indonesia kehilangan sosok Bapak Bangsa.

Jokowi dengan Soekarno atau yang sering disebut Bung karno memiliki kesamaan. Selain sama-sama pernah menjabat sebagai orang nomor 1 di Indonesia, gaya kepemimpinan keduanya juga disebut-sebut mirip yaitu sebagai pemimpin yang memperjuangkan wong cilik.

Memperjuangkan Wong Cilik

Bung Karno terkenal dengan kepedualiannya terhadap rakyat kecil. Kesadaran tersebutlah yang membuatnya ikhlas hidup di penjara dan kemudian dibuang di pengasingan.

Selanjutnya Jokowi membuktikan kepeduliannya kepada rakyat kecil dengan kesukaannya blusukan yang kemudian disempurnakan dengan membuat kebijakan yang memuliakan rakyat kecil.

Ia berani pasang badan, bahkan akhirnya dikatakan walikota bodoh oleh atasannya gubernur Jawa Tengah, yang saat itu dijabat oleh Bibit Waluyo karena menolak pembangunan Mall di Solo. Jokowi juga membuat rumah deret, rumah rusun lengkap fasilitas, memberi tempat layak kepada PKL.

Hidup Dalam Kesederhanaan

Bung Karno dan Jokowi juga sama-sama hidup dalam kesederhanaan. Bung Karno adalah sosok yang enggan memperkaya diri meskipun dirinya adalah seorang presiden pada masa itu.

Dilansir dari Wikipedia, Jokowi dan keluarga hidup dalam sederhanaan, bahkan, rumahnya pernah digusur sebanyak tiga kali, ketika dia masih kecil. Dengan kesulitan hidup yang dialami, saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Jokowi terpaksa berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan sehari-hari.

Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, ia memilih untuk tetap berjalan kaki. Mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, ia mulai bekerja sebagai penggergaji di umur 12 tahun.

Dilansir dari sumber.com, diceritakan oleh ibunda Jokowi, dalam buku: Saya Sujiatmi Ibunda Jokowi; Kisah Perempuan Pengajar Kesederhanaan (2014) bahwa Jokowi batal membuat SPBU karena uangnya dipakai untuk membantu suksesi Pilkada pertamanya di Solo, 2005.

Tapi, pada pilkada selanjutnya Jokowi selalu dibiayai oleh rakyat. Itu karena Jokowi sudah terbukti ketulusan dan karyanya, maka rakyat tak lagi ragu berkorban untuk kemenangannya.

Bahkan yang fenomenal, mungkin hanya ia pejabat publik yang menolak menerima gaji. Ia berprinsip bahwa selama ia masih ada tabungan untuk biaya hidup keluarganya, maka ia tak ingin memakan uang (gaji) dari rakyatnya, meskipun itu halal karena diatur oleh UU. (gesuri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...