Sabtu
07 November 2026 | 12 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wujud Transparansi, Data Penerima Bansos Banyuwangi Dipajang di Tempat Ibadah

pdip-jatim-data-bansos-banyuwangi1

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperluas publikasi data para penerima bantuan sosial (bansos) bagi warga miskin terdampak wabah virus Corona (Covid-19).

Untuk mendukung transparansi penggunaan anggaran, data penerima bansos tak hanya dipampang di kantor kecamatan atau kantor desa saja, tapi juga di sejumlah tempat ibadah.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pengumuman para penerima bansos sengaja dipampang di sejumlah tempat mulai kantor pemerintahan hingga tempat ibadah, sebagai wujud transparansi, sehingga masyarakat bisa mengetahui dengan membaca langsung.

“Kami terus memperluas tempat-tempat yang memampang data penerima bansos. Selain di kantor kecamatan dan desa, kita juga pasang di sejumlah tempat ibadah,” kata Anas, Jumat (15/5/2020).

Tempat ibadah sengaja dipilih untuk memperluas akses masyarakat untuk mengetahui data tersebut. Mulai dari masjid, gereja hingga klenteng, serta beberapa fasilitas publik pemerintahan di desa.

Tempat ibadah di antaranya yang telah terpasang data penerima bansos adalah Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi, Masjid Besar Baiturrahman Genteng, Masjid KH. Ahmad Dahlan, Klenteng Hoo Tong Bio, Gereja Kristen Jawi Wetan dan sejumlah tempat lainnya.

Data yang dipampang tersebut, meliputi para penerima bantuan dari pemerintah pusat, provinsi hingga Kabupaten. Semuanya berbasis nama, alamat, sehingga bisa diverifikasi secara langsung.

Anas menambahkan transparansi tersebut juga berguna untuk meredam keresahan masyarakat.

Berbagai bantuan yang ada, penyalurannya tidak serentak, sehingga terkadang menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian masyarakat yang merasa tidak mendapat bantuan. Padahal, belum gilirannya untuk menerima.

“Masyarakat bisa tahu pula, ia dapat bantuan atau tidak. Bantuan apa yang bisa didapatkannya, kapan jadwalnya dan seterusnya. Sehingga tidak timbul keresahan yang sampai diumbar ke media sosial,” beber Anas.

Upaya untuk mempublikasi data tersebut, merupakan bagian untuk memaksimalkan program pelaporan online. Masyarakat dapat mengecek para penerima bantuan sekaligus melaporkannya melalui website dengan berbasis omor induk kependudukan (NIK).

“Karena tidak semua orang bisa mengakses secara online, maka kita juga memaksimalkannya dengan cara-cara manual seperti ini,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pentingnya Jalan Usaha Tani di Beji untuk Petani Dukung Swasembada Pangan

KABUPATEN PASURUAN – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten ...
LEGISLATIF

Amithya Dorong KIK Beri Manfaat Nyata bagi 8.000 Pelaku Seni Kota Malang

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penguatan ekosistem pelaku seni, mulai ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Zuhri Usulkan Sumur Resapan Jadi Alternatif Pengendalian Banjir Surabaya

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengusulkan pembangunan sumur resapan sebagai alternatif ...
LEGISLATIF

Sound Horeg Picu Pro-Kontra, DPRD Jember Siapkan Jalan Tengah Lewat Perda

JEMBER – Pro-kontra penyelenggaraan sound horeg di Kabupaten Jember mendorong DPRD mencari jalan tengah melalui ...
LEGISLATIF

44 Ribu Anak Tak Sekolah di Jatim, Sri Untari Usulkan Perluasan PJJ

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengusulkan perluasan program Pembelajaran Jarak ...
KRONIK

Sukseskan Bulan Bakti KKP, Pemkab Banyuwangi Bersiap Perluas Kampung Nelayan

BANYUWANGI – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar peringatan HUT ke-27 KKP dengan program Bulan Bakti ...