NGAWI – Puluhan murid SD dan SMP di Kecamatan Kedunggalar harus dilarikan ke Puskesmas Gemarang setelah mengalami mual dan pusing usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (26/11/2025). Para siswa mulai merasakan gejala tersebut tak lama setelah makan.
Sedikitnya 79 murid mengalami keluhan, terdiri dari 31 murid SD dan 48 murid SMP. Mereka berasal dari sejumlah SD di Kecamatan Kedunggalar serta dari SMP Negeri 2 Kedunggalar. Situasi di Puskesmas Gemarang sempat tegang ketika para murid yang dibawa terlihat kesakitan dan histeris akibat gejala yang mereka alami.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, gejala muncul setelah para siswa menyantap menu MBG berupa telur puyuh bumbu kuning, acar, pisang, dan satu kotak susu.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, Wiwik Hariyanti, segera menuju puskesmas setelah mendapat laporan. Anggota Komisi III itu ingin memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan yang memadai.
“Kami prihatin dengan kasus keracunan seperti ini, apalagi di Ngawi sudah terjadi dua kali,” ujarnya.
Legislator dari Dapil Ngawi VI (Paron–Kedunggalar) tampak haru saat melihat sejumlah murid masih terbaring lemah. Ia meminta agar siswa yang membutuhkan perawatan lebih lanjut segera dirujuk ke rumah sakit.
“Kalau memang ada korban yang perlu dirujuk, kami minta segera ditangani,” tegasnya.
Wiwik berharap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Ngawi dapat diperbaiki, mengingat kejadian serupa telah berulang.
“Tentu harus ada perbaikan dalam pelaksanaan MBG. Kejadian seperti ini sangat memprihatinkan,” tandasnya. (and/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













