Minggu
24 Mei 2026 | 2 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pengamat: Andai Prabowo-Hatta Menang, Tak Akan Ada RUU Pilkada dan UU MD3

pdip jatim - kubu prabowo-hatta

pdip jatim - kubu prabowo-hattaJAKARTA — Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Ari Dwipayana, melihat pembahasan RUU Pilkada dan penetapan UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) tidak akan ada jika pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang diusung Koalisi Merah Putih (KMP) menjadi pemenang pemilu presiden lalu.

“Saya kira tidak, UU MD3 dan RUU Pilkada ini merupakan rencana permainan politik elite, rencana permainan dari partai Koalisi Merah Putih,” kata Ari saat dihubungi, Jumat (12/9/2014), seperti dikutip Tribunnews.com.

Ari meyakini bahwa RUU Pilkada dan UU MD3 merupakan perumusan yang sudah diatur atau rencana kedua kubu Prabowo-Hatta jika hasil Pilpres 2014 tidak sesuai yang diharapkan.

“Ini imbas dari pilpres dan ini terlihat sangat tergesa-gesa. Proses pengambilan keputusan yang diambil, substansinya tidak jernih, dan hanya permainan politik,” ujar Ari.

Lebih jauh, dia mengatakan, proses pembahasan RUU Pilkada sudah panjang, tetapi sangat jelas langkah ini hanya sebagai perubahan kepentingan politik. Partai KMP yang sebelumnya menolak pilkada melalui DPRD sekarang malah berubah dengan menolak kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat dengan berbagai alasan.

“Padahal kan DPR dalam mengambil keputusan itu harus berdasarkan aspirasi rakyat,” ucap Ari.

RUU Pilkada saat ini tengah dibahas Panitia Kerja DPR. Mekanisme pemilihan kepala daerah menjadi salah satu isu yang mendapat sorotan. Sebelum Pilpres 2014, tak ada parpol yang ingin jika kepala daerah dipilih oleh DPRD.

Namun, kini semua parpol Koalisi Merah Putih, yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional, ditambah Partai Demokrat, malah terus mendorong agar kepala daerah dipilih oleh DPRD.

Para bupati dan wali kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menolak tegas pilkada oleh DPRD.

Sumber: Kompas

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Asa Petani Tembakau Ngawi, Berharap Cuan di Tengah Melambungnya Biaya Produksi

NGAWI – Musim kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dan terik. Kondisi ini menjadi tantangan bagi ...
KABAR CABANG

Widarto: PAC dan Ranting PDIP Harus Hadir Jadi Solusi Problem Rakyat

Widarto meminta PAC dan Ranting PDIP di Jember hadir menjadi solusi persoalan rakyat melalui kerja nyata, disiplin ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Luncurkan “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Kelola Sampah dari Rumah

Eri Irawan meluncurkan program “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengolah sampah dari ...
LEGISLATIF

Anggota DPRD Jember Soroti Ancaman Alih Fungsi Lahan Usai Nonton Film Pesta Babi

Anggota DPRD Jember Candra Ary Fianto menyoroti ancaman alih fungsi lahan dan ketahanan pangan usai menonton film ...
KABAR CABANG

Pelantikan PAC Se-Gresik, Kader Diingatkan untuk Konsisten Hadir di Tengah Rakyat

GRESIK – Anggota DPR RI Komisi VII, Nila Yani Hardiyanti menekankan pentingnya peran partai politik untuk hadir di ...
EKSEKUTIF

Kabupaten Kediri Jadi Daerah Bongkar Ratoon Tebu Terluas di Indonesia

Kabupaten Kediri menjadi daerah dengan program bongkar ratoon tebu terluas di Indonesia sebagai bagian dari upaya ...