Senin
15 Juni 2026 | 5 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pengamat: Andai Prabowo-Hatta Menang, Tak Akan Ada RUU Pilkada dan UU MD3

pdip jatim - kubu prabowo-hatta

pdip jatim - kubu prabowo-hattaJAKARTA — Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Ari Dwipayana, melihat pembahasan RUU Pilkada dan penetapan UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) tidak akan ada jika pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang diusung Koalisi Merah Putih (KMP) menjadi pemenang pemilu presiden lalu.

“Saya kira tidak, UU MD3 dan RUU Pilkada ini merupakan rencana permainan politik elite, rencana permainan dari partai Koalisi Merah Putih,” kata Ari saat dihubungi, Jumat (12/9/2014), seperti dikutip Tribunnews.com.

Ari meyakini bahwa RUU Pilkada dan UU MD3 merupakan perumusan yang sudah diatur atau rencana kedua kubu Prabowo-Hatta jika hasil Pilpres 2014 tidak sesuai yang diharapkan.

“Ini imbas dari pilpres dan ini terlihat sangat tergesa-gesa. Proses pengambilan keputusan yang diambil, substansinya tidak jernih, dan hanya permainan politik,” ujar Ari.

Lebih jauh, dia mengatakan, proses pembahasan RUU Pilkada sudah panjang, tetapi sangat jelas langkah ini hanya sebagai perubahan kepentingan politik. Partai KMP yang sebelumnya menolak pilkada melalui DPRD sekarang malah berubah dengan menolak kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat dengan berbagai alasan.

“Padahal kan DPR dalam mengambil keputusan itu harus berdasarkan aspirasi rakyat,” ucap Ari.

RUU Pilkada saat ini tengah dibahas Panitia Kerja DPR. Mekanisme pemilihan kepala daerah menjadi salah satu isu yang mendapat sorotan. Sebelum Pilpres 2014, tak ada parpol yang ingin jika kepala daerah dipilih oleh DPRD.

Namun, kini semua parpol Koalisi Merah Putih, yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional, ditambah Partai Demokrat, malah terus mendorong agar kepala daerah dipilih oleh DPRD.

Para bupati dan wali kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menolak tegas pilkada oleh DPRD.

Sumber: Kompas

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Sambut Megawati di Makam Bung Karno, Kader PDIP Kabupaten Blitar Tunjukkan Soliditas

Kekompakan kader PDI Perjuangan Kabupaten Blitar tampak saat menyambut kedatangan Megawati Soekarnoputri di Makam ...
HEADLINE

Istana Gebang Disiapkan Jadi Ruang Edukasi Kebangsaan Ramah Gen Z

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyiapkan Istana Gebang sebagai ruang edukasi kebangsaan yang ramah bagi Generasi Z. ...
KRONIK

Ke Blitar, Megawati Berziarah Penuh Haru Didampingi Putra, Cicit, dan Ratusan Kader PDI Perjuangan

BLITAR – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar, pada Minggu (14/6/2026) sore. Megawati ...
LEGISLATIF

Zulham Mubarrok Minta Audit Menyeluruh atas 32 Dapur MBG di Kabupaten Malang yang Disuspend BGN

Anggota DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarrok mendesak dugaan pelanggaran prosedur operasional 32 dapur MBG ...
KRONIK

Kedatangan Megawati di Blitar Disambut Meriah, Warga Titip Harapan Perbaikan Ekonomi

Kedatangan Megawati Soekarnoputri di Kota Blitar disambut meriah ratusan kader dan masyarakat. PAC PDI Perjuangan ...
KABAR CABANG

Mengenang Jejak Bung Karno di Bojonegoro Tahun 1957

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar rangkaian kegiatan ...