Jumat
01 Mei 2026 | 8 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Yordan Sosialisasikan Penguatan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat bagi Para Penghayat

pdip jatim 250905 sosialisasi keberagaman 1

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Yordan M Batara-Goa, menyoroti diskriminasi yang terjadi terhadap kaum penghayat.

“Kaum penghayat masih masuk di dalam Kementerian Kebudayaan, padahal secara undang-undang, aliran kepercayaan setara dengan agama, namun justru hingga kini tidak masuk dalam Kementerian Agama,” ucap Yordan.

Hal tersebut disampaikan Yordan dalam kegiatan sosialisasi toleransi dan keberagaman bertemakan “Sosialisasi penguatan toleransi kehidupan bermasyarakat bagi kaum penghayat” yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Mirama Surabaya, Jumat (5/9/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri 125 peserta yang berasal dari belasan organisasi penghayat.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur tersebut menegaskan, sejak awal mula Pancasila telah menghormati adanya kesetaraan bagi seluruh pemeluk agama dan kepercayaan.

“Saling menghormati sesama pemeluk agama dan kepercayaan, yang didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa, diambil dari pidato hari lahir Pancasila pada 1 Juni,” ujarnya.

“Esa berarti satu, utama, tidak ada yang menandingi, mengakui semua agama dan kepercayaan. Sehingga bisa diterima oleh berbagai pihak,” beber Yordan.

Anggota Komisi A tersebut menyampaikan bahwa intoleransi dan diskriminasi masih menjadi polemik dalam membangun toleransi.

“Sebanyak 67,8 persen penduduk Indonesia tidak suka bertetangga dengan orang yang berbeda agama. Ini hasil survey tahun 2012 tapi masih relevan hingga sekarang,” ungkapnya.

Yordan menjelaskan bahwa dunia pendidikan menjadi cara paling efektif dalam mensosialisasikan kesetaraan antara agama dan kepercayaan.

“Diskriminasi diakibatkan pendidikan kita yang tidak moderat, moderasi beragama dalam bentuk sosialisasi yang paling efektif ialah melalui pendidikan,” terang Yordan.

Dia mengajak seluruh masyarakat, khususnya kepada kaum penghayat untuk terus berjuang dalam menjaga toleransi.

“Masalah diskriminasi bukan masalah agama apa, melainkan mayoritas kepada minoritas. Ayo berjuang bersama, dengan aktif di organisasi lintas agama dan iman. Forum seperti itu, para kaum penghayat harus ambil bagian, sehingga isu tersebut (diskriminasi) juga menjadi perhatian bagi semua pihak,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

May Day di DPRD Jatim, Yordan Tegaskan Tuntutan Buruh Akan Diteruskan ke Pusat

Aksi May Day di DPRD Jatim, Yordan Batara-Goa pastikan tuntutan buruh soal outsourcing, upah, dan PHK diteruskan ke ...
KRONIK

Ini, Kunci Sukses Bupati Ipuk Dorong Anak Muda Banyuwangi Berkreasi di Pertanian

BANYUWANGI – Sejak menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, salah satu program prioritas Ipuk Fiestiandani adalah sektor ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tekankan Rekrutmen Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran, Prioritaskan Warga Kurang Mampu

Mas Dhito tekankan rekrutmen Sekolah Rakyat Kediri harus tepat sasaran bagi desil 1 dan 2, progres pembangunan ...
LEGISLATIF

May Day Produktif, Doding Ajak Buruh Tanam Pohon Perkuat Lingkungan dan Ketahanan Pangan di Trenggalek

Doding Rahmadi ajak buruh tanam pohon saat May Day di Trenggalek, dorong ketahanan pangan dan lingkungan ...
LEGISLATIF

Puan: Isu Outsourcing, Ancaman PHK hingga Ojol Harus Dibaca Satu Kerangka Perlindungan Pekerja

Puan Maharani nilai isu outsourcing, PHK, hingga ojol harus dibaca dalam satu kerangka perlindungan pekerja di May ...
KABAR CABANG

May Day, PDIP Surabaya Rangkul Ojol Perempuan: Serap Aspirasi hingga Salurkan Bantuan

PDIP Surabaya rangkul 250 ojol perempuan saat May Day 2026, salurkan bantuan dan serap aspirasi pekerja informal. ...