Jumat
25 September 2026 | 5 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Yenny Wahid: Jokowi Berpikir Sederhana, Namun Kaya Karya

pdip-jatim-jokowi-keluarga-gus-dur

JAKARTA – Yenny Wahid mengatakan, saat ini Indonesia membutuhkan sosok pemimpin seperti Gus Dur. Pemimpin yang dapat memahami bahwa seluruh warga negara harus dipenuhi hak dasar dan kebutuhannya tanpa membeda-bedakan.

“Pemimpin yang sederhana cara berpikirnya, bahwa bangsa ini harus dipenuhi hak dan kebutuhan dasarnya untuk hidup sejahtera,” kata Yenny, Rabu (26/9/2018).

Hal itu disampaikan Yenny, sebelum membacakan deklarasi dukungan Keluarga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kepada pasangan nomor urut 01 Jokowi Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019, di Rumah Pergerakan Politik Gus Dur, Jalan Kalibata Timur I no. 12, Kalibata, Jakarta Selatan.

“Sosok seperti Gus Dur dan Gandhi adalah sosok pemimpin yang kita butuhkan,” ucapnya. (Baca juga: Yenny Wahid: Biidznillah Presiden Jokowi Akan Kembali Pimpin Indonesia)

Putri kedua Gus Dur itu menilai, pemimpin yang dipilih dapat menghadirkan keadilan sosial bagi kelompok masyarakat yang selama ini tidak diperhatikan.

Selain itu, Jokowi dinilai dapat menghadirkan layanan pendidikan, kesehatan maupun akses konektivitas bagi mereka yang dulunya tak terjamah.

Yenny mengatakan, kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang susah, karena itu pemimpin yang dibutuhkan adalah orang yang mau ikut gerak, tidak berjarak dan tidak canggung dengan masyarakat.

“Dua-duanya berpikir dan bertindak sederhana, namun kaya dalam karya,” kata Yenny.

Sementara itu, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait menilai, dukungan keluarga Gus Dur kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin merupakan cermin kesolidan Nahdlatul Ulama ( NU).

“Itu artinya NU struktural dan NU kultural itu solid mendukung Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin,” ujarnya.

“Kan NU itu ada struktural dan ada kultural. Menurut pandangan saya sangat solid NU mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin,” sambung dia.

Keluarga Gus Dur dinilai sebagai representasi dari NU kultural. Sementara Ma’ruf Amin yang mantan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dinilai representasi NU struktural.

Selain itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga ada di kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Kedua partai tersebut juga dinilai dekat dengan NU.

“Kita tahu posisi Ma’ruf Amin di NU seperti apa dan Pak Jokowi juga punya hubungan dalam dengan NU ya,” kata dia.

Namun demikian, kata Marurar, dukungan keluarga Gus Dur dan hasil survei yang menempatkan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dari sisi elektabilitas, jangan membuat jumawa.

“Ini masih belum aman, kami tidak boleh takabur, tidak boleh sombong karena yang belum memilih juga cukup besar jadi harus ada langkah strategis,” ucapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Konsolidasi di Kecamatan Rembang, Kader Banteng Ditegaskan Harus Turun ke Akar Rumput

KABUPATEN ​PASURUAN — Jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan di Kabupaten Pasuruan diminta untuk tidak hanya ...
KRONIK

Tanam Bibit Kelapa di Bancaran, Bupati Lukman Optimis Ciptakan Sumber Ekonomi Baru

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, bersama kelompok tani Kampung Kencat, Kelurahan Bancaran, melaksanakan ...
HEADLINE

Said Abdullah Optimistis Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Dimulai 2028

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah optimistis program pendidikan negeri gratis mulai ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Seragamkan Motif, Warna, dan Kualitas Batik untuk SD-SMP Negeri

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menyeragamkan motif, warna, hingga kualitas seragam batik untuk ...
KRONIK

Gelar LKBB untuk Ribuan Pelajar, Pemkab Banyuwangi Wadahi Kreativitas dan Bakat Anak Muda

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) untuk pelajar. ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Zuhri Minta Penyisiran Data Desil Tak Dinodai Nepotisme

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta penyisiran ulang data penerima bantuan sosial (bansos) ...