NGAWI – Ditemukannya warga terdeteksi positif Covid-19 varian Omicorn di Surabaya membuat Pemkab Ngawi berwaspada. Seperti yang dikatakan oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono.
Bupati Ngawi mengatakan, sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan kasus, saat ini rumah sakit rujukan Covid-19 mulai disiapkan. Termasuk pada sarana prasarana dan pasokan oksigennya.
“Kita masih standbykan beberapa rumah sakit kita,” katanya, Selasa (4/1/2022).
Deteksi dini sebaran varian Omicorn juga akan ditingkatkan. Terlebih Kabupaten Ngawi akan kedatangan ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) pada tahun ini. Untuk proses karantina PMI yang akan pulang ke Ngawi, kata dia, akan bekerja sama dengan pihak Juanda Surabaya.
“Karena Omicorn ini varian baru, proses isolasi akan dilakukan di Surabaya. PMI asal Ngawi yang akan pulang tahun ini sekitar 600-an orang,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Ngawi juga menyampaikan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) masih akan dijalankan. Terlebih Kabupaten Ngawi saat ini juga sudah memasuki PPKM level 1.
“Berdasarkan rapat koordinasi empat Menteri terkait PTM bagi kabupaten/kota yang sudah level 1. Itu juga harus kita laksanakan,” ungkap Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. (mmf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










