KOTA PASURUAN – Siaga banjir mesti dilakukan berbagai pihak menyusul tingginya intensitas hujan beberapa pekan terakhir. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Mahfud Husairi, Minggu (16/11/2025).
Mahfud Husairi menyampaikan sejumlah usulan penanganan jangka pendek yang harus segera dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan.
Menurutnya, jika banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, maka pemerintah daerah perlu memperkuat infrastruktur penampungan air.
“Salah satu langkah mendesak adalah membangun kolam retensi dan sumur resapan skala kota,” ujarnya
Mahfud, Sekretaris Komisi III itu juga menegaskan pentingnya penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30 persen dari luas kota, yang digunakan sebagai area resapan alami yang dapat mengurangi limpasan air saat hujan deras.
Selain itu, ia meminta pemkot melakukan pengendalian dan penataan pembangunan permukiman baru agar tidak mengganggu aliran air serta memperbaiki sistem peringatan dini saat cuaca ekstrem.
“Early warning system harus berfungsi optimal supaya masyarakat bisa lebih siap menghadapi potensi banjir,” tambahnya.

Legislator asal PDI Perjuangan itu juga menyoroti buruknya kondisi drainase di sejumlah titik di Kota Pasuruan. Ia menekankan perlunya pembersihan saluran minimal satu bulan satu kali, termasuk pengangkatan sedimen lumpur serta sampah yang kerap menyumbat pintu – pintu air di kawasan permukiman.
Mahfud mengungkapkan bahwa, salah satu penyebab utama banjir di Kota Pasuruan adalah luapan Sungai Welang dan Sungai Pentung yang kerap tidak mampu menampung debit air saat hujan lebat.
“Kami mendorong pemerintah daerah dan dinas terkai untuk dilakukannya normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi yang membuat badan sungai dangkal, serta pembersihan sampah secara berkala di bantaran sungai,” ungkap Mahfud.
Pria yang juga Ketua DPD Repdem Jatim ini meminta Pemerintah Kota Pasuruan segera berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi guna memastikan normalisasi sungai dilakukan secara rutin dan terencana.
“Kota Pasuruan tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan pemerintah provinsi untuk memastikan langkah penanganan banjir dilakukan menyeluruh dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan intensitas hujan yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan, Mahfud berharap pemerintah bergerak cepat agar masyarakat tidak kembali terdampak banjir yang berulang setiap tahun.(df/hs)