Warga Kluncing Banyuwangi ‘Sulap’ Sungai Kotor Jadi Destinasi Wisata

 241 pembaca

BANYUWANGI – Perubahan perilaku warga Desa Kluncing Banyuwangi patut dicontoh. Dalam waktu kurang dari delapan bulan mereka mampu menjadikan sungai kecil dan kotor menjadi kolam ikan yang bersih, sehingga menjadi lokasi wisata baru.

Desa Kluncing di Kecamatan Licin ini letaknya berada di kaki Gunung Ijen. Jaraknya kurang lebih 15 KM dari pusat kota Banyuwangi.

Memasuki kawasan Kampung Ikan, para pengunjung akan disambut pemandangan indah khas pegunungan. Sungai yang menjadi kolam ikan mengalir di halaman depan rumah warga sepanjang satu kilometer.

Ikan air tawar yang beraneka ukuran dan warna menambah kesegaran suasana di kampung tersebut.

“Tempat ini sangat luar biasa. Di sini bisa melihat ikan yang begitu banyak di dalam aliran sungai yang jernih. Pemandangannya indah, sejuk, sekaligus bisa menikmati olahan ikan dan menu lainnya yang sangat lezat,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas, saat mengunjungi Kluncing, Senin (2/3/2020).

Sebelum menjadi destinasi wisata Kampung Ikan, dulunya sungai ini banyak sampah dan menjadi tempat berbagai aktivitas warga seperti mandi, mencuci pakaian hingga buang hajat.

“Desa ini adalah contoh, apabila warga mau berubah menjadi lebih baik, manfaatnya pasti besar. Siapa sangka tempat yang begitu indah dan cantik ini dulunya kotor dan kurang sedap dipandang,” ujar Anas.

Dalam kunjungannya, Anas menyerahkan bantuan bibit ikan nila dan tombro sejumlah 2000 ekor kepada warga. Anas pun memasukkan langsung bibit-bibit ikan tersebut ke dalam kolam mina sawah milik warga.

Salah satu pemuda penggerak perubahan di kampung tersebut adalah Rusady Awanto, yang akrab dipanggil Wawan. “Dulu warga mandi, cuci baju, BAB di sungai ini. Bahkan setiap magrib pasti ada banyak kantong kresek berisi sampah yang dibuang di sungai,” kata Wawan.

Hal ini membuatnya prihatin dan ingin berbuat sesuatu untuk merubah kebiasaan buruk tersebut.

Sebagai penghobi ikan, Wawan lantas mempunyai ide memelihara ikan di aliran sungai tersebut. Dia juga mengajak rekannya untuk ikut serta.

“Saya lalu nekat menaruh ikan di sungai dengan diberi sekat. Ternyata setelah diberi ikan dalam satu dua hari jumlah sampah yang dibuang pun berkurang. Banyak warga tertarik, dan akhirnya sungkan mau buang kotoran di sungai. Mereka lalu ikut-ikutan pelihara,” sebutnya.

Aksi Wawan ini lalu diikuti tokoh masyarakat sekitar, termasuk kepala desa setempat. Mereka bersama warga lalu ramai-ramai menaruh ikan-ikan mereka di aliran sungai.

Kepala Desa Kluncing, Sunawi menambahkan, setelah satu bulan kemudian, akhirnya tidak ada lagi warga yang membuang sampah di sungai. Pun tidak ada lagi yang buang air besar di sungai.

“Bahkan, warga yang sempat tidak punya WC, langsung membuat WC di rumahnya karena sungkan dengan sungai yang sudah jernih tersebut,” jelas Sunawi, yang bersyukur, kini desanya bisa dikembangkan menjadi wisata Kampung Ikan.

Bersama dengan Dinas Perikanan Banyuwangi, pihaknya bertekad mengembangkan kampung ini menjadi kawasan wisata terpadu. Di mana wisatawan bisa menyaksikan mulai pembibitan ikan, pembesaran, hingga menikmati kuliner ikan di kampung tersebut.

“Di sana juga disediakan kantin, dan menunya ada ikan hasil peliharaan warga. Tadi Pak Bupati mengaku sangat puas dengan masakan kantin yang dikelola ibu-ibu PKK setempat,” ujarnya. (goek)