Jumat
05 Juni 2026 | 8 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wali Kota Blitar Santoso Naikkan Insentif Guru Ngaji

pdip-jatim-santoso-guru-ngaji

BLITAR – Wali Kota Blitar Santoso menyampaikan kabar gembira kepada guru ngaji di Kota Blitar. Bupati kader PDI Perjuangan ini menaikkan insentif menjadi Rp 300 ribu perbulan yang sebelumnya hanya Rp 200 ribu. 

Santoso menyebut program itu akan dilaksanakan awal bulan puasa Ramadhan nanti. “Ini juga menjadi bagian dari salah satu Program prioritas kami di 100 hari pertama bekerja. Tujuannya agar para guru ngaji yang ada di Kota Blitar menjadi lebih semangat,” kata Santoso, Kamis (18/3/2021).

Secara terbuka, kabar baik itu sudah dia sampaikan di depan 24 pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Quran (LPPTKA) yang dilantik di Gedung Kusumawicitra pada Rabu (17/3/2021).

Di acara itu, Santoso juga menyampaikan akan mengembalikan sistem pendidikan atau sekolah di Kota Blitar yang sebelumnya 5 hari kembali menjadi 6 hari seperti semula. 

Sistem pendidikan itu dikembalikan, karena Ia meyakini anak didik akan memiliki waktu untuk belajar di Madrasah Diniyah (Madin). 

“Sesuai dengan janji kampanye saya bahwa anak-anak di Kota Blitar harus juga mendapatkan pengetahuan pendidikan agama yang baik,” terangnya.

Dengan sistem sekolah 6 hari, jelas Santoso, jadwal berangkat sekolah untuk anak adalah pukul 7 pagi hingga pukul 1 siang. 

Jadwal itu, selain akan memberikan waktu lebih terhadap anak untuk bisa mengaji di Madin juga dapat memberikan waktu istirahat yang cukup serta kesempatan yang lebih untuk anak bersosialisasi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Upaya ini untuk mengurangi beban siswa yang kelewat berat dan berdampak negatif pada kualitas lulusan yang dihasilkan. Untuk itu sistem pembelajarannya akan kita ubah, agar cara siswa dalam mendapatkan ilmu pengetahuan secara umum maupun agamanya bisa seimbang,” paparnya.

“Intinya belajar harus dengan suasana yang menyenangkan tidak hanya di ruang kelas saja agar tidak kaku. Harus belajar di luar dari lingkungan sekitar, dan tentunya juga anak-anak bisa memilih mana yang mereka ingin pelajari betul-betul,” imbuh dia.

Santoso berharap, dengan upaya tersebut mampu membentuk karakter anak yang unggul dan seimbang dalam ilmu pengetahuan. 

Artinya, anak tidak hanya melulu diajarkan tentang pengetahuan umum dan teknologi saja, melainkan juga dikenalkan dengan pendidikan agama sebagai pembentukan karakter yang baik dan kuat. (arif)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Ketimpangan DBHCHT, Minta Daerah Penghasil Dapat Porsi Lebih Berkeadilan

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membawa isu strategis DBHCHT, kinerja BUMD, dan penyesuaian program ...
KABAR CABANG

Mencari Mereka yang Tercecer dari Bansos, Kerja-kerja Kerakyatan dari PAC PDIP Mumbulsari

Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari, Jember. Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan turun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa menegaskan ketahanan ekologi harus menjadi prioritas pembangunan daerah. ...
KRONIK

Ganjar Minta Legislator PDIP Jaga Uang Rakyat Agar Tidak Boncos dan Bocor

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengingatkan anggota Fraksi PDIP DPRD untuk mengawal penggunaan APBD secara ...
SEMENTARA ITU...

Di Depan Rumah Itu, Sholikah Menitipkan Harapan Baru untuk Tiga Cucunya

Kisah haru Sholikah, warga Kandat, Kediri, yang mengasuh tiga cucu dalam keterbatasan ekonomi. Bantuan rombong ...
HEADLINE

Megawati: Politik Anggaran Harus Menjadi Instrumen Keadilan Sosial bagi Rakyat

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan politik anggaran harus menjadi instrumen keadilan ...