Minggu
18 Oktober 2026 | 12 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo  Ingatkan Kepala Desa Agar Lebih Hati-hati Dalam Pengelolaan Anggaran

IMG-20250110-WA0020

SIDOARJO – Pada tahun 2024, sebanyak 31 desa di Kabupaten Sidoarjo mengalami sejumlah masalah yang berkaitan dengan kewenangan, aset, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Kondisi ini membuat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo merasa prihatin dan menilai perlu adanya perhatian lebih agar permasalahan serupa tidak terulang kembali di tahun 2025.

Menurut Suyarno, SH, MH, permasalahan tersebut sangat penting untuk dicermati agar para Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Sidoarjo dapat mengelola pemerintahan desa dengan lebih hati-hati dan sesuai regulasi.

“Saya yakin para Kades sudah berhati-hati. Tetapi kok masih bisa terjadi. Oleh karena itu, harus kita kaji bersama,” ujar Suyarno saat memberikan pembinaan kepada Kades dari Kecamatan Prambon, Buduran, dan Tulangan, Selasa (7/1/2025) lalu.

Pembinaan tersebut diadakan oleh Inspektorat Sidoarjo untuk pengelolaan keuangan desa tahun 2025.

Suyarno menekankan pentingnya upaya preventif dalam pengelolaan keuangan desa, yang perlu dilakukan secara kontinyu. Ia juga mengingatkan agar para Kades tidak sepenuhnya mempercayakan pengelolaan keuangan kepada Sekretaris Desa (Sekdes) tanpa adanya pengawasan dan kontrol yang memadai.

“Kades harus tahu, laporan keuangan itu benar tidak, jangan langsung ditandatangani saja, harus sesuai regulasi, sasaran betul tidak,” tambah legislator PDI Perjuangan tersebut.

Suyarno yang juga menegaskan bahwa setiap desa harus dapat mempertanggungjawabkan anggarannya, sekecil apapun itu, karena segala pengelolaan keuangan desa akan diawasi oleh aparat penegak hukum.

“Kami tidak ingin setiap tahun ada Kepala Desa yang terjerat masalah hukum akibat kelalaian dalam pengelolaan anggaran desa,” tegasnya.

Selain itu, Suyarno mengingatkan agar para Kades tidak takut menghadapi masalah, karena ketakutan yang berlebihan dapat menghambat pembangunan di desa.

“Kuncinya, para Kades harus tahu aturan dan harus transparan,” tutupnya. (hd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...
KRONIK

Risma Desak Pemulihan Air Sumur di Malang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

MALANG – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini menekankan pentingnya pemulihan ...
KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...