Waisak, PDI Perjuangan Surabaya: Cinta Sesama Jadi Modal Hadapi Pandemi

 102 pembaca

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono berharap Hari Raya Trisuci Waisak yang diperingati umat Buddha pada Rabu (26/5/2021) bisa membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi umat manusia.

“Semoga berkah Waisak membawa damai dan bahagia bagi umat manusia, bagi dunia dan Indonesia yang sedang berjuang menghadapi pandemi Covid-19,” kata Adi Sutarwijono, Rabu.

Seluruh pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, kata Adi, menyampaikan turut berbahagia dan mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Trisuci Waisak kepada seluruh umat Buddha, khususnya di Kota Pahlawan.

”Selamat memperingati Hari Raya Trisuci Waisak, yang menandai kelahiran Pangeran Siddharta di Taman Lumbini, penerangan sempurna nan agung yang dialami Pangeran Siddharta sehingga menjadi Sang Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama. Semoga semua makhluk berbahagia,” ucapnya.

Ketua DPRD Kota Surabaya ini mengatakan, perjalanan penting Buddha Gautama yang terangkum dalam Trisuci Waisak merefleksikan tentang jiwa yang tulus, menanggalkan seluruh atribut keduniawian untuk menyelami makna terdalam kehidupan umat manusia, yaitu perdamaian dan kasih sayang.

”Ajaran Buddha bertumpu pada damai dan kasih sayang kepada sesama, hati yang penuh welas asih. Itu semua sangat kita perlukan untuk bersama-sama menghadapi pandemi, dengan sikap saling bantu dan bergotong royong,” beber Adi.

Politisi yang mantan wartawan ini menambahkan, ajaran Buddha mengajak orang untuk tidak berbuat jahat. Hidup hanya untuk kebaikan. Sejumlah akar dari perbuatan jahat dalam ajaran Buddha adalah lobha atau ketamakan, kemauan jahat, dan kekurangan pengetahuan.

”Dengan ajaran Buddha, umat manusia dibimbing untuk bebas bebas dari penderitaan, dari ketamakan, dari kebencian, juga dari kebodohan,” ujarnya.

Tak lupa, dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat Buddha di Kota Pahlawan yang selama ini telah berperan dalam pembangunan kota, sehingga Kota Pahlawan bisa menjadi kota yang terus bertumbuh maju dan bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat kurang mampu.

“Kota Surabaya ke depan dihadapkan pada tantangan berat untuk bangkit dari pandemi Covid-19. Maka kerukunan antarumat beragama menjadi sesuatu yang vital. Mari terus bersama-sama memajukan kota ini, dengan cinta sesama dan saling membantu di antara kita,” pungkas Adi. (goek)