oleh

Wabup Sumenep Apresiasi Elemen Muda Peduli Permainan Tradisional

SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengapresiasi elemen pemuda yang mengadakan kompetisi permainan tradisional. Fauzi menilai, kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap permainan yang mulai tergerus perkembangan zaman.

“Lewat lomba ini, saya berharap semua elemen, baik Dinas Pendidikan Sumenep, budayawan, dan masyarakat pada umumnya, tetap melestarikan permainan tradisional dan budaya daerah di masyarakat Sumenep,” kata Achmad Fauzi, kemarin.

Apresiasi ini dia sampaikan di sela kompetisi permainan tradisional yang digelar di Cafe Payuddan Jl Adirasa, Kolor, Sumenep.

Kompetisi permainan tradisional yang diikuti anak-anak usia sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) ini digelar selama 3 hari sejak Rabu, 26 April dan akan ditutup Jumat malam, 28 April 2017.

Kompetisi permainan tradisional bertajuk ‘Mencetak Generasi Bangsa Peduli Budaya’ ini diselenggarakan Komunitas Baca Budaya Madura (KBBM) dan Komunitas Rumah Kita (KRK) Kabupaten Sumenep.

Permainan tradisional yang dipertandingkan, di antaranya Sudur dan Terjun. Dahulu, dua permainan ini menjadi kegemaran anak-anak, namun sekarang sudah tak pernah dimainkan lagi.

Achmad Fauzi mengaku sangat senang dan bangga dengan kepedulian anak muda terhadap kekayaan budaya Sumenep tersebut.

“Saya senang sekali. Saya jadi ingat masa-masa kecil saya dulu yang sering main dengan permainan-permainan ini,” ujar wabup yang juga politisi PDI Perjuangan ini.

Untuk mengetahui sejauh mana anak-anak sekarang mengenal permainan tradisional, wakil bupati yang akrab disapa Uji ini menanyakan macam-macam permainan tradisional kepada peserta lomba.

“Sebutkan macam-macam permainan tradisional? Kalau tahu nanti saya kasih uang,” ujar Fauzi.

Banyak anak berebut menjawab pertanyaan Wabup. Tapi, mayoritas mereka menjawabnya dengan kikuk, bahkan ada yang tidak bisa menjawab. (goek)

rekening gotong royong