Minggu
06 September 2026 | 7 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Irwan Imbau Semua Pihak Cegah Remaja Putus Sekolah

pdip-jatim-eksekutif-060422-irwan-bachtiar-1

BONDOWOSO – Wakil Bupati H Irwan Bachtiar Rahmat mengimbau semua pihak untuk bersama-sama mendorong anak-anak usia remaja agar tidak putus sekolah, minimal wajib belajar 9 tahun.

Imbauan disampaikan wakil bupati dari PDI Perjuangan tersebut saat melakukan kunjungan kerja di SMPN 2 Pakem, Desa Ardisaeng, Kecamatan Pakem, Rabu (6/4/2022).

Di tempat pendidikan itu, Wakil Bupati Irwan Bachtiar menyatakan apresiasinya atas program yang dilaksanakan pihak sekolah dalam upaya menekan angka putus sekolah. Program berkolaborasi dengan para kepala desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk menaikkan angka partisipasi sekolah dan angka rata-rata lama sekolah di kabupaten Bondowoso.

Program inovasi bertajuk Seblak Pedas Mas Panco atau Sistem Belajar Layanan Kolaboratif untuk Mengantarkan Anak Tuntas Pendidikan Dasar pada Masa Pandemi Covid-19. Wakil Bupati Irwan Bachtiar menambahkan, program sekaligus untuk mengurangi angka perkawinan usia dini.  

“Ini yang harus kita tingkatkan, karena ini yang menaikkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita. Kalau IPM sudah naik, kemiskinan yang ada di Bondowoso bisa teratasi. Bahkan angka stunting pun juga bisa diatasi,” katanya.

Wakil Bupati Irawan Bachtiar berharap program serupa bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah lainnya. “Semoga program inovasi ini bisa direplikasi oleh sekolah-sekolah lain yang memunyai kemiripan geografis dengan sekolah ini,” kata Wabup Irawan Bachtiar dalam keterangan resminya.   

4 Siswa Kembali Bersekolah

Program diterapkan pihak sekolah, secara teknis, menjalin komunikasi yang lebih intens antara guru dengan murid tidak sebatas pada penyampaian mata ajar. Lebih dari itu, para guru menanyakan kondisi keluarga masing-masing siswa sebelum pelaksanaan belajar mengajar dilaksanakan.

Kepala Sekolah SMPN 2 Pakem, Suparman, pada kesempatan itu menyampaikan, program tersebut sekaligus sebagai deteksi dini kondisi terkini dari para anak didik. Seperti halnya di masa pandemi ini, ada sedikitnya empat siswa terancam putus sekolah lantaran kondisi ekonomi keluarga.

Pihak sekolah lantas mengkomunikasikan temuan tersebut kepada pihak dinas pendidikan. Oleh pihak dinas, para siswa tersebut diberikan bantuan berupa seragam, tas dan sepatu. Alhasil, para siswa tersebut kembali bersekolah. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Komitmen Perkuat Konsolidasi, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Rejotangan Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Rejotangan terbentuk dengan ...
BERITA TERKINI

Yuzar Rasyid Dorong Warga Segera Urus Perubahan Desil Agar Bansos Tepat Sasaran

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mengalami kenaikan desil secara tiba-tiba untuk ...
BERITA TERKINI

Arjuna Minta Verifikasi Data Kemiskinan Dilakukan Jemput Bola

SURABAYA — Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana meminta proses verifikasi dan koreksi data ...
KRONIK

Kekeringan Tahunan di Tuban, Fraksi PDI Perjuangan Dorong Pembangunan Embung dan Pipanisasi

​TUBAN — Kekeringan berdampak krisis air bersih terjadi saban tahun di sebagian wilayah Kabupaten Tuban. Diperlukan ...
BERITA TERKINI

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...