oleh

Ucapkan Selamat Waisak, Puti: Kebhinekaan Mewujudkan Persatuan Bangsa

-Berita Terkini-12 kali dibaca

MALANG – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha yang merayakan hari ini.

“Selamat Hari Raya Waisak. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta. Semoga semua mahluk berbahagia,” kata cucu Bung Karno itu di sela kunjungannya di Kota Malang, Selasa (28/5/2018).

“Semoga hari raya ini memberi inspirasi bagi kita semua untuk mengupayakan kedamaian, ketenteraman dan kesejahteraan di negeri yang kaya raya ini, dan memiliki banyak kebhinekaan,” lanjut Puti.

Bagi umat Buddha, jelas Puti, Hari Raya Waisak mengandung tiga peristiwa suci. Yakni kelahiran Pangeran Sidharta Gautama, tercapainya penerangan atau pencerahan sempurna oleh pertapa Gautama menjadi Sang Buddha, dan terakhir hari wafatnya Buddha Gautama.

Sang Buddha, tambah Puti, telah mewariskan banyak ajaran luhur dan praktik-praktik kebajikan, yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah, termasuk di Nusantara ini.

“Agama Buddha telah menjadi bagian penting dari kehidupan nenek-moyang kita di masa lalu. Banyak karya sastra yang dihasilkan oleh para pujangga, salah satunya yang termashur adalah Kakawin Sutasoma,” terang calon kandidat nomor 2 Pilgub Jawa Timur tersebut.

Kakawin Sutasoma digubah oleh Mpu Tantular pada abad ke-14, di masa Kerajaan Majapahit, pada era Raja Hayam Wuruk. Sang pujangga menceritakan kehidupan harmoni antara pemeluk agama Hindu-Siwa dan agama Buddha pada masa itu.

“Kutipan terkenal dari Kakawin Sutasoma adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang oleh para pendiri bangsa, dijadikan motto bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Dia menyebut Jawa Timur sebagai provinsi yang sangat penting, karena menjadi sumber utama mengalirnya penyebaran agama-agama besar di masa lalu, seperti Hindu, Buddha dan Islam.

“Kitab-kitab utama, peninggalan purbakala termasuk candi, arsitektur dan situs-situs lain, banyak kita temui di Jawa Timur. Provinsi ini sungguh kaya dengan banyaknya warisan kebudayaan dari masa lalu,” tuturnya. (goek)