Selasa
20 Oktober 2026 | 5 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tim Indah Kurnia dan OJK Blusukan Kampung Cegah Warga dari Jerat Pinjol

pdip-jatim-dpr-ri-161221-indah-kurnia-a

SURABAYA – Anggota DPR RI Komisi XI, Indah Kurnia bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengedukasi warga terkait pinjaman online (pinjol). Penyuluhan dilakukan seiring banyaknya warga yang perekonomiannya terpuruk akibat terjerat pinjaman dengan berjuta iming-iming tersebut.  

Indah Kurnia mengerahkan Tim Rumah Aspirasi Indah Kurnia (TRA-IK) untuk bersama pihak OJK dan Perkumpulan Pelita Indonesia blusukan ke kampung-kampung di Surabaya menyosialisasikan bahaya pinjol. Kali ini, Rabu (15/12/2021), penyuluhan dilaksanakan di Balai RW III Kelurahan Sonokwijenan Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

Wakil rakyat dari PDI Perjuangan daerah pemilihan Surabaya dan Sidoarjo tersebut menjelaskan, dirinya mengapresiasi edukasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh OJK kepada masyarakat secara rutin, periodik dan konsisten.

“OJK melakukan bersama dengan kami, anggota Komisi XI DPR RI di seluruh daerah pemilihan masing-masing,” ujarnya. 

Sosialisasi dan edukasi dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Karena jika tingkat literasi keuangan tinggi, maka juga akan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Dengan demikian tidak akan banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online,” katanya.

Indah Kurnia berharap, kegiatan penyuluhan dari OJK benar-benar dicermati dengan saksama untuk diterapkan dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.

“Mengelola keuangan harus dengan bijak di tengah kebutuhan yang terus meningkat dan tidak terprediksi,” pesan Indah Kurnia.

Vicky Samuel Patty dari Tim Rumah Aspirasi Indah Kurnia, pada penyuluhan tersebut mengatakan, masa pandemi menimbulkan tantangan ekonomi bagi masyarakat.

“Banyak pinjaman online dan investasi ilegal bertebaran di media sosial. Namun tawaran menggiurkan ini bisa menjadi jerat apabila masyarakat tidak teredukasi,” katanya.    

Senada, Ade Kuntho menambahkan, OJK dan Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia sebagai regulator dan pemangku kebijakan sengaja membidik lokasi ini sebagai tempat edukasi. Agar warga di perkampungan tidak terjerumus dengan iming-iming pinjaman online. 

“Kami berharap kedatangan kami bisa memberikan edukasi dan mencegah bapak ibu sekalian dari jerat pinjaman online,” kata Ade. 

Namun, lanjutnya, bila benar-benar membutuhkan pinjaman dari aplikasi online, agar memilih platform pinjaman online yang legal. Sebab saat ini banyak sekali platform-platform pinjaman online ilegal yang menawarkan berbagai kemudahan, ujungnya justru menyengsarakan.

Ade menambahkan, bila ada masyarakat menemukan kasus jerat pinjaman online, bisa melaporkan ke OJK melalui nomor WhatsApp 081157157157. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...