SURABAYA – Sebagai tuan rumah sekaligus juara bertahan, tim Jawa Timur (Jatim) memikul misi besar dalam perhelatan Soekarno Cup 2026. Skuad ini tidak hanya turun untuk bertanding, melainkan juga untuk mengukir sejarah sebagai tim pertama yang meraih gelar juara secara berturut-turut di turnamen bergengsi ini.
Persiapan yang dilakukan tim Jatim tergolong sangat matang dan memakan waktu yang cukup panjang. Manajemen tim mengaku sangat terbantu dengan sinergi selama proses seleksi hingga pelatihan intensif berlangsung. Hal ini menjadi modal kuat bagi para pemain untuk tampil maksimal di hadapan pendukung sendiri.
Sekretaris Tim Banteng Jatim FC, Andrian, menegaskan bahwa status juara bertahan bukan menjadi beban, melainkan pemacu semangat bagi seluruh anggota tim.
“Persiapannya sudah sangat-sangat panjang. Jawa Timur sebagai juara bertahan punya tugas yang sangat berat, tapi itu kita jadikan motivasi,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).
Target utama Jatim dalam kompetisi kali ini sangat jelas, yakni mengamankan kemenangan di setiap laga. Ambisi untuk meraih prestasi back-to-back menjadi fokus utama manajemen dan pelatih agar piala tetap berada di bumi Jawa Timur.

Kehadiran 15 tim pesaing lainnya dianggap sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan mental yang baja. Setiap sesi latihan dioptimalkan untuk menyatukan visi permainan dan mematangkan taktik yang akan digunakan selama turnamen berlangsung.
“Kami ingin memberikan kebanggaan untuk Jawa Timur, kalau kita bisa mengukir sejarah menjadi juara back-to-back,” tegas Andrian.
Semangat juang ini juga direpresentasikan melalui seragam tempur mereka yang mengusung tema “Wani”. Jersey hijau tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pemain dengan menggunakan bahan teringan hasil karya UMKM lokal dari Jombang. Terdapat siluet perjuangan Surabaya pada desainnya yang menjadi pengingat sejarah bagi para pemain.
Selain aspek teknis, faktor psikologis pemain juga menjadi perhatian utama. Manajemen ingin memastikan bahwa setiap pemain memiliki motivasi tinggi untuk mempertahankan mahkota juara.
“Pemain mempunyai motivasi tinggi untuk mempertahankan juara ini,” tambah Andrian mengenai kondisi psikologis skuadnya.
Dengan kombinasi persiapan matang, dukungan moril yang kuat, dan semangat pantang menyerah, Jawa Timur siap meladeni setiap lawan yang datang. Mereka bertekad membuktikan bahwa kualitas sepak bola Jatim masih yang terbaik di ajang Soekarno Cup tahun ini.
Adapun kick-off pertama Soekarno Cup akan mempertandibgkan squad sepakbola Jatim vs Jabar yang digelar pada Senin (10/8/2026). (nia/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










