Minggu
08 November 2026 | 11 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ternyata Sri Untari Pengagum Sunan Kalijogo, Kenapa?

pdip-jatim-untari-280321

SURABAYA – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengatakan, seni dan tradisi masyarakat Jawa Timur di bulan Ramadan, tak bisa dilepaskan dari sejarah para wali, salah satunya adalah Sunan Kalijaga.

“Saya sangat mengagumi beliau (Sunan Kalijaga, red), karena di dalam diri beliau memiliki artikulasi pembahasaan budaya seperti yang ada dan diinginkan oleh masyarakat Indonesia, utamanya masyarakat Jawa,” ungkapnya.

Hal itu dia sampaikan saat menjadi narasumber webinar dengan tema “Seni dan Tradisi Masyarakat Jawa Timur di Bulan Ramadan” yang digelar Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPD PDI Perjuangan Jatim, Jumat (9/4/2021) malam.

“Melihat bagaimana ketika Islam masuk ke Indonesia dengan kehalusan seni yang dibangun oleh Sunan Kalijaga mampu menghasilkan banyak karya seni, salah satunya Lir-Ilir yang merupakan sanepan hadirnya Islam di Indonesia. Itu salah satu yang dijadikan oleh Sunan kalijaga untuk media dakwah,” imbuhnya.

Selain melalui lagon dan kidung, lanjut Untari, Sunan Kalijaga juga menciptakan tradisi unik di bulan Ramadan, yakni dimulai dengan nyekar. 

“Sebelum masuk Ramadan, kita nyekar untuk mendoakan yang telah meninggal agar Allah mengampuninya,” urai politisi yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini.

Kemudian ada juga tradisi megengan (bahasa Jawa) yang berarti menahan. Artinya, saat memasuki Ramadan, manusia diharapkan bisa menahan nafsu diri, bukan hanya menahan dahaga dan lapar.

“Siapa yang mampu menahan nafsunya, maka dia akan lulus,” tandasnya.

Tak kalah menarik, salah satu tradisi masyarakat Jawa Timur saat Ramadan adalah membangunkan orang untuk sahur dengan cara berkeliling kampung dengan musik patrol.

“Hikmahnya, beragama itu harusnya menghaluskan budi pekerti kita. Beragama itu tidak berteriak, tidak riya dengan cara berpakaian glamour, tidak kemudian membuat kita menjadi seseorang yang paling baik di dunia, tapi beragama itu mawas diri, introspeksi diri, rendah hati, tidak sombong. Karena kalau kita sudah tau Allah yang Maha Besar, maka kita tidak ada apa-apanya,” beber Untari.

Sementara itu, Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU, KH Agus Sunyoto yang juga jadi narasumber webinar BKN PDIP Jatim menyebutkan, keberadaan budaya sangat kental bagi perjalanan sebuah bangsa. Menurutnya, penghapusan budaya dan tradisi dinilai berbahaya karena berpotensi menghilangkan identitas suatu bangsa.

KH Agus Sunyoto mengatakan, gerakan Islam Nusantara yang saat ini bergulir sejatinya adalah untuk memperkuat tradisi budaya lokal.

“Kita harus menguatkan tradisi budaya lokal. Apalagi saat ini, tradisi digulirkan sebagai bagian dari bidah dan sesat su sesat dan bidah oleh kelompok yang berjaring dengan isu globalisasi,” ujarnya.

Ditambahkan, kesenian dan tradisi di Indonesia tidak lepas dari peran agama, termasuk Islam. Misalnya tentang tradisi unjung-unjung yang dilakukan anak-anak di saat Idul Fitri.

“Ini tradisi lama. Anak-anak diberi angpao. Tradisi ini berasal dari leluhur muslim di Nusantara yang berasal dari China,” jelas Kyai Agus. (dhani/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Kaderisasi Tingkat Akar Rumput, DPC Magetan Lantik Pengurus Ranting Berusia 17 Tahun

MAGETAN — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar pelantikan Pengurus Ranting tingkat desa/kelurahan ...
KRONIK

Novita Hardini: Soekarno Run Jadi Bukti Komitmen PDI Perjuangan Jalankan Arahan Ibu Megawati

BLITAR — Penyelenggaraan Soekarno Run menjadi salah satu wujud komitmen PDI Perjuangan dalam menjalankan arahan ...
KRONIK

Angkat Motif Sabuk Mangir Latar Ukel, BBF Perkuat Pelestarian dan Industri Batik Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong pelestarian batik lokal sekaligus memperkuat ...
KRONIK

Dari Raquel 52 Tahun hingga Farles 17 Tahun, Soekarno Run Blitar Satukan Semangat Lintas Generasi

BLITAR — Usia bukan penghalang untuk terus berlari. Bagi Raquel Pirera Sajana, 52 tahun, setiap perlombaan adalah ...
LEGISLATIF

Dua SK LP2B Pernah Bernomor Sama, DPRD Jember Pertanyakan Dokumen Terbaru

JEMBER – Perubahan data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember kembali dipersoalkan DPRD. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Dorong Dukungan untuk Ormas Keagamaan, Muslimat NU Perkuat Pendidikan Perempuan

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri, Yuzar Rasyid, mendorong pemerintah meningkatkan dukungan terhadap organisasi ...