Jumat
16 Oktober 2026 | 12 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Terlalu Gemuk, Sekjen PDIP Minta Erick Thohir Restrukturisasi BUMN

pdip-jatim-hasto-doorstopp

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto minta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan restrukturisasi.

Hasto menyebut, BUMN seringkali terlalu “gemuk” dengan anak perusahaan. Anak perusahaan tersebut juga seringkali tidak terkait dengan inti bisnis perusahaan BUMN.

“BUMN seringkali terlalu gemuk dengan anak perusahaan, cucu perusahaan tidak terkait dengan bisnis usaha itu,” kata Hasto di Jakarta, Minggu (8/12/2019).

Dia menilai, inti atau core bisnis yang digeluti perusahaan BUMN harus dikembangkan. Hasto berharap, Erick Thohir melakukan konsolidasi untuk mengatasi gemuknya BUMN tersebut.

Baca: Jokowi: Sikap Tegas Menteri BUMN Itu Pesan Untuk Semua

“Di luar itu yang tidak terkait dengan bisnisnya, sebenarnya juga bisa dilakukan proses konsolidasi BUMN harus dilihat secara menyeluruh agar BUMN fokus dalam ruang lingkup bisnis yang dimasukinya, tangguh dalam bisnis yang dimasukinya itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Erick Thohir menegaskan akan memperbaiki lini bisnis perusahaan-perusahaan pelat merah. Hal tersebut dilakukan agar perusahaan BUMN berfokus pada core bisnisnya masing-masing.

Baca juga: Sekjen PDI Perjuangan: Erick Punya Banyak PR untuk Benahi BUMN

Erick sempat bingung mengetahui banyaknya perusahaan BUMN yang memiliki bisnis hotel. Padahal, inti bisnisnya bukanlah di bidang perhotelan.

“Semua BUMN nih punya bisnis hotel. Nah, ini kenapa kita harus konsolidasi semua sesuai dengan core bisnisnya,” ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/12/2019).

10 Perusahaan BUMN yang memiliki hotel yaitu PT Pertamina, PT Pegadaian, PT PANN Multi Finance, PT Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura Airport, PT Adhi Karya, PT Krakatau Steel, PT Waskita Karya, PT Pembangunan Perumahan, dan PT KAI.

Hasto juga mengingatkan para direktur BUMN untuk tidak menyalahgunakan wewenangnya dengan berperilaku hidup mewah-mewahan. “Berbagai perilaku yang tidak sejalan dengan membangun korporasi yang sehat tersebut, seharusnya tidak boleh dilakukan,” ungkap Hasto.

Menurut dia, BUMN merupakan alat negara untuk mencapai tujuan bernegara dalam berbagai aspek. Apalagi, BUMN bergerak di industri yang bernilai strategis bagi kehidupan orang banyak.

Maka dari itu, Hasto mengingatkan supaya para petinggi BUMN mengedepankan azas profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

“Di dalam pelaksanaan, manajemen korporasinya harus mengkedepankan aspek profesionalitas untuk mencapai kinerja, baik dalam perspektif keuangan, internal growth, kemudian perhatian terhadap customer,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

344 Koperasi Desa Merah Putih di Kediri Harus Kantongi SLF Sebelum Beroperasi

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan 344 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang telah disiapkan ...
KRONIK

Perhatikan Nasib Ibu Saena dan Delapan Anaknya, Hakim: Kami Bantu Fasilitasi Pendidikan Mereka

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Nur Hakim, memberikan perhatian terhadap kondisi ibu ...
KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...