Selasa
03 November 2026 | 11 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Terima Kirab Satu Negeri GP Ansor, Ini Cerita Risma

pdip-jatim-risma-ansor01

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima rombongan Kirab Satu Negeri GP Ansor di kediamannya, kemarin. Risma menerima bendera kirab yang kemudian diserahkan kembali untuk melanjutkan perjalanan menuju Malang.

Pada kesempatan itu, Risma menceritakan perjuangan almarhum Bapaknya yang ternyata juga Ansor. Saat itu, usia bapaknya masih 16 tahun, tepat ketika Resolusi Jihad dikumandangkan KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah.

Kemunculan resolusi jihad itu membuat santri, Ansor dan Banser se Jawa Timur menyatukan tekad bersatu melawan penjajah. Pusat markasnya saat itu terletak di rumah Mbah Kakungnya di Blauran.

“Sebetulnya, pusat resolusi jihad yang saat ini menjadi kantor PCNU Surabaya merupakan tempat tinggal Mbah Kakung saya. Tapi karena digunakan markas resolusi jihad dan kantor NU, kemudian Mbah Kakung saya pindah ke Blauran gang 4,” ungkap Risma disambut rasa heran anggota Ansor dan Banser yang hadir di rumah dinas.

Di Blauran Gang 4 itu, semua gang digunakan untuk perjuangan santri, Banser dan Ansor se Jawa Timur. Perjuangan melawan penjajah saat itu memang menelan banyak korban, sehingga ayahanda Risma setiap hari mengirimkan ribuan jenazah ke Nganjuk, Jombang, Kediri dan beberapa daerah di Jawa Timur.

“Bapak saya dulu sering bercerita kalau mengirimkan jenazah pejuang ke beberapa daerah, selalu ribuan. Oleh karena itu, saya tahu betul bagaimana perjuangan Ansor dan Banser saat itu,” tegasnya.

Risma juga berharap kepada Ansor dan Banser untuk terus menghidupkan masjid-masjid, terutama di Kota Surabaya. Sebab, dia tidak ingin masjid-masjid itu ditempati orang-orang yang tidak jelas paham ideologinya.

“Saya mohon, mari kita terus hidupkan masjid, supaya tidak dimasuki orang-orang yang tidak jelas,” ujarnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menyampaikan bahwa Ansor telah mengulang sejarahnya. Kalau dulu Ansor berjuang untuk keberlanjutan NKRI, saat ini terus berjuang untuk menyatukan kesatuan Republik Indonesia.

“Makanya saya ingin menyampaikan bahwa kalau dulu kakek dan neneknya yang berjuang, sekarang saya harap Ansor muda jadi penerus dan pemersatu bangsa Indonesia dengan ciri khas perjuangannya yang mempertahankan kemerdekaan dan keberhasilan Indonesia,” harap Risma.

Sementara itu, Koordinator Kirab Satu Negeri wilayah Jawa Timur Abid Umar Faruq mengatakan kirab ini diserahterimakan ke Jatim pada 5 Oktober 2018 lalu. Di Jatim, kirab ini diarak ke 18 kabupaten/kota dan akan berakhir di Tuban pada 15 Oktober 2018.

“Tanggal 16 akan kami serahterimakan ke PW Ansor Jawa Tengah di Pondok Pesantren Sarang Rembang. Nanti akan diteruskan hingga berakhir di Yogyakarta dan dilanjutkan apel 100 ribu kader Banser se Indonesia yang akan dipimpin Presiden Jokowi,” tegasnya.

Abid mengaku sengaja singgah di Surabaya karena Kota Surabaya merupakan ujung tombak lahirnya Ansor dan NU. Di Surabaya, mereka tinggal selama dua hari mulai kemarin hingga hari ini. Besok, Selasa (9/10/2018), akan terus melanjutkan perjalanannya ke Malang.

“Melalui kirab ini, kami ingin Indonesia lebih damai. Kita ini sama. Kita ini Indonesia. Kita juga ingin meneguhkan kembali kecintaan kepada NKRI,” tuturnya.  (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...