oleh

Terima Dubes Georgia, Hasto Promosi Cerutu Jember

-Kronik-88 kali dibaca

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menerima kunjungan Duta Besar Georgia untuk Indonesia Irakli Asashvili, Senin (14/6/2021). Pertemuan itu digelar secara khusus di ruang terbuka di kantor pusat DPP PDI Perjuangan, Jalan  Diponegoro, Jakarta Pusat.

Pada kesempatan itu, Hasto juga memperkenalkan cerutu asal Jember, Jawa Timur. Sementara dari Georgia minta agar Indonesia membangun kantor perwakilan di sana.

Mengawali dialog, Hasto memaparkan kisah kantor DPP PDI Perjuangan yang pernah diserang pemerintahan Orde Baru.

Setelahnya, dia menyampaikan salam dari para pimpinan partai. Menurut Hasto, pertemuan ini dilaporkan kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Ibu Megawati menyampaikan salam hangat atas kunjungan Pak Dubes Georgia ini,” kata Hasto.

Dia juga mengatakan, pertemuan ini istimewa karena digelar di ruang terbuka kantor DPP.  Dia lalu memutarkan video singkat sejarah Partai.

Usai pemutaran itu, Hasto menegaskan sikap partainya yang teguh menjaga pluralisme dan menjunjung tinggi ideologi Pancasila.

Hasto juga memaparkan berbagai survei yang menyebutkan PDIP memiliki elektoral tertinggi dan saat ini sedang fokus melakukan konsolidasi menyeluruh guna memastikan kemenangan pada Pemilu mendatang.

Tak lupa, Hasto menjelaskan program sekolah partai PDI Perjuangan untuk meningkatkan kualitas kader dan calon kepala daerah.

Hasto menyatakan peran dan komitmen partainya di pemerintahan, yang akan selalu mendorong peningkatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara di dunia, termasuk Georgia.

“Sebagai partai penguasa, PDI Perjuangan ikut mengambil peran dalam meningkatkan persahabatan dan kerja sama Indonesia dengan negara-negara sahabat termasuk di bidang ekonomi,” ujar Hasto.

Sementara itu, Dubes Georgia, Irakli Asashvili menyatakan pihaknya sangat tertarik atas penjelasan soal sekolah partai. Dia menanyakan bagaimana mekanisme pelaksanaannya di tingkat pusat dan daerah.

“Saya telah mengunjungi beberapa wilayah Indonesia. Negara Indonesia kaya dengan budaya, kuliner dan memiliki pemandangan yang indah. Tak cukup lima tahun sebagai dubes untuk mengenal Indonesia yang begitu indah,” beber Irakli.

Secara terbuka, dia mengaku pihaknya berharap hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan Georgia. Apalagi, negeri itu siap membuka ekonominya untuk barang dari Indonesia.

“Kami tidak memiliki banyak kedutaan besar di Asia, khususnya Asia Tenggara. Kami ingin Indonesia membuka kedutaannya di Georgia,” ungkap Irakli.

Di ujung pertemuan, Dubes Irakli menyerahkan wine produksi Georgia dan Hasto menyambut hangat pemberian itu.

Hasto pun tak mau kalah. Hasto dalam kesempatan itu mempromosikan salah satu cerutu asli Indonesia asal Jember. Kebetulan sang dubes adalah seorang penikmat cerutu.

“Indonesia punya produk cerutu. Mari silakan dinikmati,” kata Hasto memberikan kepada sang dubes yang langsung tertarik menerimanya.

Untuk diketahui, Georgia merupakan negeri asal Joseph Stalin, salah satu pemimpin Uni Soviet yang melegenda. Negeri itu dikenal memiliki komoditas ekspor berupa bahan tambang, produk kimia, hingga produk pertahanan.

Sementara produk Indonesia yang diminati Georgia adalah hasil pertanian seperti kopi, tepung kelapa, hingga minyak sawit.

Dalam pertemuan ini, Hasto didampingi anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira, dan para kader partai lainnya. Di antaranya adalah Hanjaya, Helmy Hidayat, Leni, Michael Umbas, dan Aryo Adhi. (goek)