Senin
31 Agustus 2026 | 3 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Terdampak Tanah Gerak, Bupati Arifin Relokasi 14 Rumah Warga Pandean

pdip-jatim-221024-mna-tanah-gerak-1

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengambil langkah cepat untuk merelokasi 14 warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Pandean, Kecamatan Dongko. Keputusan ini dilakukan karena 14 rumah warga ini tidak mungkin dihuni kembali.

Saat meninjau lokasi tanah gerak bersama jajaran terkait, Sabtu kemarin, kepala daerah yang akrab disapa Gus Ipin itu memutuskan untuk memanfaatkan bangunan SDN 3 Pandean menjadi tempat relokasi sementara bagi warga terdampak.

Tercatat ada 16 rumah yang terdampak yang kesemuanya sementara diungsikan di bangunan eks SDN 3 Pandean.

Dari ke-16 rumah terdampak, 14 rumah sudah tidak mungkin dihuni kembali dan 2 rumah sisanya masih dimungkinkan dihuni kembali.

“Kelihatannya rumah yang lama tidak mungkin ditempati, karena berbahaya. Kebutuhannya tadi saya tanya apa, seperti air bersih, almari, peralatan masah dan bahan memasak, kasur dan juga selimut tadi kita bawa,” kata Arifin.

Menurut bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut, pihaknya mempersiapkan perumahan, kebetulan ada bangunan sekolah yang sudah tidak difungsikan lagi.

“Rencananya akan kita modif, perbaiki untuk menjadi rumah hunian. Sekaligus kita siapkan dapur dan kamar mandinya sehingga nanti warga akan hidup kembali di sini. Jadi ini nanti akan menjadi perumahannya mereka,” ujarnya.

Sumarti, warga terdampak tanah gerak di Desa Pandean, Kecamatan Dongko menyebutkan kejadian tanah gerak terjadi sudah menahun, namun di bulan Oktober ini semakin parah. Keretakan pada dinding tembok semakin parah dan mereka tidak berani menempati.

“Parah pak dinding rumah retak-retak, kami tidak berani menempati. Bahkan ada yang sudah roboh,” ujar ibu rumah tangga ini bercerita.

Dia menambahkan, 16 KK yang terdampak itu sudah 4 hari ini tinggal di pengungsian eks. bangunan SDN 3 Dongko. Kebetulan bangunan sekolah itu kosong karena regrouping.

Suparni Kepala Desa Pandean membenarkan pernyataan warganya tersebut. Tanah gerak di daerahnya itu merupakan bencana menahun yang di awal bulan Oktober ini mulai bergerak kembali.

“Pada bulan ini tanah bergerak terus sehingga mengakibatkan keretakan- keretakan sehingga tidak mungkin untuk dihuni kembali. Untuk itu akhirnya saya mengambil kebijakan untuk mengungsi ke sekolah ini sementara sambil menunggu perkembangan untuk merelokasi rumah mereka,” terangnya. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Apresiasi Kerja Bakti Nasional LDII, Bupati Fauzi: Rawat Semangat Gotong Royong

SUMENEP – Sebanyak 200 orang turun ke lapangan untuk membersihkan area pasar dan makam di Desa Paberasan, Kecamatan ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Boyolangu Tergetkan Menang Tebal pada Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...
KABAR CABANG

140 Pelajar Bubutan Terima PIP, PDIP Ingatkan Bantuan Bukan untuk Kepentingan Orang Tua

SURABAYA — Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima pelajar harus benar-benar digunakan untuk kebutuhan ...
KRONIK

Di Balik Ramainya Muktamar NU, Ada Kisah Jedar dan Robert yang Dapat Pertolongan di Posko Baguna

JOMBANG — Di tengah padatnya aktivitas Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum ...
KRONIK

Banyuwangi Shrimp Fiesta, Upaya Bupati Ipuk Kampanyekan Potensi Udang

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi memiliki beragam potensi perikanan yang terus dikembangkan. Salah satunya ...
KRONIK

Agung Priyanto Soroti Persoalan Desil, Minta PAC dan Ranting Aktif Dampingi Warga

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti persoalan data desil ...