Senin
22 Juni 2026 | 12 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan, Petani Ngawi Untung 30 Persen

IMG-20240420-WA0029_copy_768x460
Bupati Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko dalam acara Panen Raya di Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren, Jumat (19/4/2024). Dok pdiperjuangan-jatim.com

NGAWI – Rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Ngawi dalam lima tahun kedepan masih terfokus pada pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan (PRLB). Itu sebagai upaya mewujudkan daerah lumbung pangan nasional.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan bahwa, dalam lima tahun kedepan, PRLB akan semakin dibumikan. Tidak hanya sebatas slogan yang digaungkan pemerintahan.

“Dalam lima tahun kedepan, konsep PRLB akan semakin kami bumikan. Sehingga akan menjadi tradisi bertani masyarakat petani kita,” kata Bupati Ony, pada Selasa  (6/5/2025).

Pertanian dengan konsep PRLB menekankan ‘efisiensi’ pada biaya produksi petani. Merujuk pada pengurangan ketergantungan pupuk dan obat pertanian pabrikan. Petani diajari untuk membuat pupuk dan obat organik secara mandiri.

Komposisi masyarakat Kabupaten Ngawi yang didominasi petani dan buruh tani, menjadikan PRLB sebagai alternatif terbaik. Meskipun belum sepenuhnya mampu mengurangi jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Ngawi.

Bupati Kader PDI Perjuangan itu bilang, indikator kesejahteraan petani dapat dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP). Indikator itu dihitung dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. Jika nilainya lebih dari 100 persen, maka petani mengalami surplus.

“Kalau NTP 100, maka petani tidak untung sama sekali. Maka kami upayakan NTP minimal 120-130. Dalam artian petani kita dari usaha pertanian bisa untung 20-30 persen,” ucapnya.

Bupati Ony mengungkapkan, NTP Ngawi berkisar antara 130-140 persen. Jika dirata-rata, NTP Ngawi mencapai 130 persen. Lebih tinggi dibandingkan NTP Provinsi Jawa Timur.

“Petani Ngawi rata-rata sudah untung 30 persen. Target kami semua petani menerapkan PRLB, sehingga keuntungan bisa dua kali lipat daripada yang konvensional,” jelas Bupati Ony.

Kendati begitu, Bupati Ony menilai masih banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mencapainya. Tidak hanya mengubah pola pikir petani, tetapi juga mencakup pengetahuan, sarana dan prasarana. Termasuk akesibilitas yang mudah, hingga stabilisasi pasca panen. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Haul Bung Karno, PDIP Kediri Libatkan 60 Gen Z dan Gen Alpha dalam Doa Lintas Agama

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar doa lintas agama memperingati Haul Bung Karno dengan melibatkan 60 ...
KABAR CABANG

Soekarno Fun Walk Tulungagung 2026, Ribuan Masyarakat Lintas Generasi Tumpah Ruah

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar Soekarno Fun Walk 2026 dengan titik start dan ...
KABAR CABANG

PAC Takeran Magetan Gotong Royong Mengecat Tugu Pancasila

MAGETAN – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan Hari Lahir Pancasila, sejumlah kader pimpinan anak cabang ...
KABAR CABANG

Peringati Haul Bung Karno, PDIP Trenggalek Gelar Semaan Alquran dan Doa Bersama

DPC PDI Perjuangan Trenggalek memperingati Haul Bung Karno ke-56 dengan semaan Alquran, doa bersama, dan tumpengan ...
KABAR CABANG

PDIP Jember Gelar 1 Juta Sholawat untuk Bung Karno dan Kedamaian Negeri

DPC PDI Perjuangan Jember menggelar gerakan 1 Juta Sholawat untuk Bung Karno dan Kedamaian Negeri dalam rangka ...
LEGISLATIF

Romy Soekarno Tampung Aspirasi Warga Blitar, Soroti Teknologi Sampah hingga Industri Lokal

Anggota DPR RI Romy Soekarno menyerap aspirasi masyarakat Blitar terkait modernisasi industri kecil, pengelolaan ...