Rabu
19 Agustus 2026 | 6 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan, Petani Ngawi Untung 30 Persen

IMG-20240420-WA0029_copy_768x460
Bupati Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko dalam acara Panen Raya di Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren, Jumat (19/4/2024). Dok pdiperjuangan-jatim.com

NGAWI – Rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Ngawi dalam lima tahun kedepan masih terfokus pada pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan (PRLB). Itu sebagai upaya mewujudkan daerah lumbung pangan nasional.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan bahwa, dalam lima tahun kedepan, PRLB akan semakin dibumikan. Tidak hanya sebatas slogan yang digaungkan pemerintahan.

“Dalam lima tahun kedepan, konsep PRLB akan semakin kami bumikan. Sehingga akan menjadi tradisi bertani masyarakat petani kita,” kata Bupati Ony, pada Selasa  (6/5/2025).

Pertanian dengan konsep PRLB menekankan ‘efisiensi’ pada biaya produksi petani. Merujuk pada pengurangan ketergantungan pupuk dan obat pertanian pabrikan. Petani diajari untuk membuat pupuk dan obat organik secara mandiri.

Komposisi masyarakat Kabupaten Ngawi yang didominasi petani dan buruh tani, menjadikan PRLB sebagai alternatif terbaik. Meskipun belum sepenuhnya mampu mengurangi jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Ngawi.

Bupati Kader PDI Perjuangan itu bilang, indikator kesejahteraan petani dapat dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP). Indikator itu dihitung dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. Jika nilainya lebih dari 100 persen, maka petani mengalami surplus.

“Kalau NTP 100, maka petani tidak untung sama sekali. Maka kami upayakan NTP minimal 120-130. Dalam artian petani kita dari usaha pertanian bisa untung 20-30 persen,” ucapnya.

Bupati Ony mengungkapkan, NTP Ngawi berkisar antara 130-140 persen. Jika dirata-rata, NTP Ngawi mencapai 130 persen. Lebih tinggi dibandingkan NTP Provinsi Jawa Timur.

“Petani Ngawi rata-rata sudah untung 30 persen. Target kami semua petani menerapkan PRLB, sehingga keuntungan bisa dua kali lipat daripada yang konvensional,” jelas Bupati Ony.

Kendati begitu, Bupati Ony menilai masih banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mencapainya. Tidak hanya mengubah pola pikir petani, tetapi juga mencakup pengetahuan, sarana dan prasarana. Termasuk akesibilitas yang mudah, hingga stabilisasi pasca panen. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Martin Dorong Pemprov Jatim Bangun Cadangan Air di Wilayah Rawan Kekeringan Bondowoso

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Hamonangan, mendesak Pemprov Jatim mengubah pola penanganan ...
KRONIK

Desak Usut Tuntas Kasus Ibu Aniaya Anak di Pamekasan, Hj. Ansari: Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta polisi untuk mengusut tuntas kekerasan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Ingatkan Efisiensi APBD 2026 Tak Geser Kepentingan Rakyat

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep mengingatkan agar perubahan anggaran daerah tetap berpijak pada ...
LEGISLATIF

Baktiono: Pedagang Pasar Tradisional Tak Boleh Dibiarkan Berjuang Sendiri

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono, meminta pemerintah tidak membiarkan pedagang pasar ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Anggaran Stiker Penanda Penerima Bansos Rp2,8 Miliar Dipangkas

JEMBER – Dua anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho dan Indi Naidha, meminta Pemerintah ...
KABAR CABANG

Jaranan, Cara Seniman Trenggalek Memaknai Kemerdekaan

TRENGGALEK – Suara gamelan menggema dari halaman kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Senin malam ...